Video: Harga Minyak Sentuh USD 80/Barel, Bos MI: Sudah Lampu Kuning

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Penilaian MSCI, Moody's hingga Fitch Rating yang menurunkan outlook utang RI ke Negatif menjadi sentimen yang turut menekan pasar keuangan RI di tengah gonjang-ganjing perang Iran Vs Amerika Serikat.

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan tekanan yang terjadi di bursa saham saat ini tidak hanya dialami IHSG tetapi juga bursa global, dimana rumor terkait perang, hingga penutupan selat Hormuz masih menjadi sentimen yang menekan.

Sementara di pasar obligasi, sentimen terkait pengelolaan APBN yang lebih agresif turut menjadi perhatian. Investor khawatir lonjakan harga minyak akan membebani APBN dari sisi subsidi energi meski di sisi lain kenaikan harga komoditas akan menguntungkan sektor sawit dan batu bara serta nikel.

Pemerintah perlu memperhatikan kondisi kenaikan harga minyak dunia, saat harga minyak USD 80 per barel menjadi 'lampu kuning' namun jika naik ke USD 900-100/barel akan semakin menekan APBN.

Seperti apa dampak perang ke IHSG, Rupiah & SBN hingga ekonomi RI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Jum'at, 06/03/2026)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok BBM Aman 21 Hari, Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan Energi saat Ramadan
• 51 menit lalumedcom.id
thumb
Owner Resto Bibi Kelinci Siap Hadiri Undangan Komisi III: Akan Beberkan Fakta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Di Tengah Krisis, Geliat Sentra Tekstil Majalaya Tumbuh Lewat Festival Sarung
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenag Siapkan 130 ASN Ikut Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan Nasional
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Habib Jafar: Sahur yang Bergizi adalah Bentuk Ikhtiar
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.