Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi penyelenggaraan ibadah haji di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut Marwan, Komisi VIII belum secara formal membahas isu tersebut karena DPR masih dalam masa reses. Tapi, ia menilai pemerintah perlu segera menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi situasi yang tidak menentu.
“Secara formal di Komisi VIII belum dibicarakan karena kita masih dalam keadaan reses. Tetapi kita ingin pemerintah mengambil langkah-langkah,” kata Marwan di DPR, Jumat (6/3).
Ia menyebut salah satu skenario teraman adalah tidak memberangkatkan jemaah jika situasi benar-benar tidak memungkinkan. Tapi, opsi tersebut dinilai berat dari sisi psikologis umat.
“Kalau dari sisi paling aman, tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Tetapi itu dari sisi psikologis beragama, itu mungkin agak berat,” ujarnya.
“Posisinya aman, umpamanya berangkat, tapi tiba-tiba di sana nggak bisa pulang. Ternyata eskalasinya setelah mereda, meningkat lagi,” kata dia.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan berbagai alternatif, termasuk kemungkinan perubahan rute penerbangan yang lebih aman.
“Umpamanya mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika. Jadi terbang dari Jeddah menuju Nairobi, kemudian ke arah, ya pokoknya arah Afrika baru melewati lautan lepas, tidak di pinggir-pinggir kepulauan,” ucap Marwan.
Ia menilai skenario perubahan rute penerbangan berpotensi menambah biaya perjalanan haji. Karena itu, pemerintah diminta menghitung dampak keuangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Saya kira ada (penambahan biaya) ya, karena durasi terbangnya semakin lama. Kalau selama ini 10 sampai 8 jam, atau Aceh 6 jam, itu pasti akan semakin panjang karena rute itu memang memutar,” ujarnya.
Meski demikian, Marwan menyebut hingga saat ini belum ada maklumat dari pemerintah Arab Saudi yang menyatakan pembatalan ibadah haji.
“Tidak ada mengasih maklumat tetapi tidak ada yang membatalkan. Jadi sepanjang kita minta keterangan dari pemerintah, komunikasi ke Saudi itu, tidak ada maklumat untuk tidak berhaji,” kata dia.
“Jadi kita masih ada harapan masih berhaji,” sambungnya.





