DEPOK, KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berinisial MRM meminta maaf telah mencoret sorban Polwan saat demo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026).
Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Panigoro menyampaikan, pihaknya telah menindaklanjuti beredarnya video yang melibatkan mahasiswanya.
Setelah melakukan proses klarifikasi internal yang menyeluruh, MRM mengakui dan menyesal atas perbuatannya.
“Berdasarkan klarifikasi internal, mahasiswa yang terkonfirmasi melakukan tindakan mencorat-coret telah mengakui kekhilafannya dan menyampaikan penyesalan atas perbuatan yang dilakukan,” kata Erwin dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Mahasiswa PNJ Pinjam Almamater UI untuk Demo di Mabes Polri
MRM menyatakan bersedia untuk menerima pembinaan dan menjalani proses tindak lanjut sesuai peraturan berlaku di UI.
MRM menyadari perbuatannya saat mencoret pakaian polwan berinisial T tidak sejalan dengan nilai etika dan sikap saling menghormati yang dijunjung kampus UI.
“Saya dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf kepada T, polisi wanita selaku aparat Kepolisian Republik Indonesia yang terdampak atas tindakan saya pada saat aksi berlangsung,” ujar MRM dalam keterangan.
Ke depannya, MRM akan mengutamakan sikap bijak dalam mengekspresikan pendapat di ruang publik dan berkomitmen menjalani seluruh proses yang akan ditentukan UI.
“Saya menyampaikan penyesalan yang tulus serta berkomitmen untuk mengikuti proses pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia dengan penuh tanggung jawab,” lanjut MRM.
Baca juga: Pria Berjas Kuning yang Teriaki dan Tunjuk Polisi Saat Demo Ternyata Bukan Mahasiswa UI
Perlu diketahui, terdapat dua momen mahasiswa yang menjadi sorotan publik saat berdemo depan Mabes Polri pada 27 Februari 2026 lalu.
Keduanya yaitu saat mahasiswa PNJ berinisial SB meneriaki dan menunjuk aparat polisi, dan mahasiswa UI yang mencoret atribut polwan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyayangkan peristiwa massa aksi yang mencoret serban putih yang digunakan aparat.
“Walaupun di dalam kegiatan tadi kita lihat ada oknum mahasiswa yang juga memaki-maki anggota Polri, bahkan menulis di syalnya Polwan dengan tulisan yang tidak elok,” kata Budi ditemui terpisah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



