Jakarta, VIVA – Ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran tentang ketersediaan energi global. Meski begitu, pemerintah beberapa negara Asia menegaskan bahwa pasokan minyak dan gas mereka tetap aman untuk setidaknya 30 hari ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Deepali Bhargava, kepala riset kawasan Asia-Pasifik di ING. "Untuk saat ini, Asia tampaknya mampu menghadapi kenaikan harga minyak terbaru karena inflasi di banyak negara masih relatif rendah dan dapat dikendalikan," ujarnya, sebagaimana dikutip dari The Nation Thailand, Jumat, 6 Maret 2026.
Namun, ia menambahkan, yang menjadi pertanyaan utama adalah seberapa tinggi harga minyak bisa naik, dan berapa lama harga itu bertahan, karena hal ini akan menentukan seberapa berat dampak ekonomi yang terjadi.
Sebagimana diketahui, menurut laporan Nikkei Asia, pada 2025, sekitar 13,4 juta barel per hari minyak mentah dikirim melalui Selat Hormuz, setara dengan 30 persen perdagangan minyak laut global. Lebih dari 80 persen dari total tersebut ditujukan ke negara-negara Asia.
China menjadi importir terbesar melalui selat ini, dengan sekitar 3,8 juta barel per hari, lebih dari 30 persen dari total impor minyaknya, menurut data dari perusahaan intelijen komoditas Kpler. India mengikuti dengan sekitar 2 juta barel per hari, Jepang 1,7 juta barel per hari, dan Korea Selatan sekitar 1,6 juta barel per hari.
Selain itu, perdagangan gas alam cair (LNG) juga menunjukkan pola serupa. Dari 82,3 juta ton LNG yang melewati Selat Hormuz, lebih dari 80 persen dikirim ke Asia, dengan China dan India sebagai pembeli terbesar. Sebagian besar LNG ini berasal dari Qatar, eksportir LNG terbesar kedua dunia, yang mengirim seluruh LNG-nya melalui selat sebelum mencapai pasar internasional.
Cadangan Energi Negara AsiaMeskipun ada risiko dari jalur ini, negara-negara yang sangat bergantung cepat meyakinkan bahwa kekurangan bahan bakar tidak akan terjadi. Berikut daftar cadangan energi di berbagai negara Asia:
1. Jepang memiliki cadangan minyak untuk sekitar 254 hari dan utilitas menyimpan LNG cukup untuk tiga minggu.
2. Korea Selatan memiliki cadangan minyak untuk beberapa bulan.
3. China menyimpan cadangan minyak strategis sebesar 1,5 miliar barel, cukup untuk 200 hari impor. China kemungkinan akan menambah pembelian minyak Rusia sebagai alternatif, kata analis Kpler.





