IMA Buka Suara Soal Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel 2026

cnbcindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Ketua Bidang Hukum & Pajak Indonesian Mining Association (IMA), Ezra Sibarani saat menyampaikan pemaparan dalam dalam Mining Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesian Mining Association (IMA) menyampaikan bahwa saat ini industri pertambangan dalam negeri menghadapi berbagai tantangan yang cukup beragam. Mulai dari persoalan produksi hingga dinamika kebijakan pemerintah.

Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ezra Sibarani menilai sektor tambang beberapa waktu belakangan ini dihadapkan pada situasi yang sangat menantang. Salah satunya seperti pembatasan produksi, khususnya pada komoditas nikel dan batu bara.

"Kita lihat tantangan di tambang beberapa masalah yang kita hadapi nikel produksi pembatasan dan ada resources yang ada masalah hukum. Banyak dan kompleks masalahnya. Tapi yang paling besar saat ini RKAB batu bara dan nikel," ujar Ezra dalam Mining Forum CNBC Indonesia, "Apa kabar Industri Tambang RI?", Jumat (6/3/2026).


Baca: Live Now! Bahas Potensi Minerba di 2026, Bisakah Topang Ekonomi RI?

Ia mengakui, sejumlah perusahaan cukup terkejut dengan kebijakan tersebut karena kriteria penetapan kuota produksi belum jelas. Sementara, setiap perusahaan memiliki kondisi yang berbeda beda.

"Misal di level berapa akan utuh, jadi kalau di cut 50% pasti sih rugi, kami juga ada komit dengan pembeli. Kami paham pemerintah punya pertimbangan khusus tapi kami berharap pemerintah fleksibel," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil memberikan respons terkait permintaan berbagai pihak. Khususnya untuk meninjau ulang pemangkasan kuota produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut sudah final. Mengingat, pemangkasan produksi dilakukan guna menjaga keseimbangan supply and demand agar harga komoditas tambang tetap terjaga di pasar global.

"Kita kan sudah memutuskan. Tim kan sudah, saya kan katakan supply and demand. Gimana kalau kita melakukan produksi yang banyak dengan harga yang jatuh," kata Bahlil usai acara Indonesia Economic Outlook di Gedung Danantara, Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).

Ia lantas mengingatkan agar sumber daya alam milik negara tidak diobral begitu saja. Mengingat, pengelolaan tambang harus terukur dan berkesinambungan.

"Jangan harta negara kita dijual murah dong. Pengelolaan tambang ini kan harus berkesinambungan. Ada anak cucu kita juga yang harus melanjutkan bangsa ini ya," kata Bahlil.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: OJK Catat Utang Pindar Naik 25,5% Per Januari 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Kabupaten Tangerang Sabtu 7 Maret 2026
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Kemenhub Sediakan 69.232 Tiket Mudik Gratis Kapal Laut, Cek Daftar Rute dan Persyaratannya
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aturan Resmi Pajak THR 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Skema Potongan Terbaru
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
AS Laporkan Hasil Perang : Rudal Iran Berkurang 86%, Strategi AS Beralih ke Serangan Presisi
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Saat Popularitas Kalahkan Kapasitas
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.