Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Lokataro, Delpedro Marhaen cs membentangkan bendera Iran sebelum sidang vonisnya dimulai. Delpedro merupakan terdakwa kasus dugaan penghasutan yang berujung kericuhan saat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
Pria yang karib disapa Pedro itu menyampaikan dukungannya terhadap Iran dan situasi yang berkecamuk di sana saat ini. Diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran hingga menewaskan pemimpin tertinggi, Ali Khamenei.
Advertisement
"Kami memberikan dukungan kepada Iran!" kata Pedro di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Selain pesan untuk Iran, Pedro juga menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menarik Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
"Khususnya Palestina, kami mendorong untuk pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto keluar dari Board of Peace dan juga kemudian berpihak kepada keperdekaan Palestina!" tegas Pedro.
Mendukung pernyataan Pedro, Syahdan yang juga duduk sebagai terdakwa dalam perkara yang sama, meminta Prabowo untuk mencabut kata-katanya kepada para demonstran sebagai antek asing.
"Dan sampai pernyataan Prabowo yang menuduh para demonstrasi sebagai antek-antek asing menyematkan pada dirinya sendiri sebagai antek-antek asing dibawah kendali penangkam dan juga sekutunya (Amerika Serikat). Maka kami tegaskan bahwa Prabowo adalah antek-antek asing!" seru Syahdan.




