Tangis Owner Resto Bibi Kelinci Usai Jadi Tersangka: Di mana Hati Nurani Kalian?

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, buka suara soal penetapan status tersangkanya. Kasus ini ramai setelah Nabilah mengunggah hal tersebut di akun media sosialnya.

Dalam jumpa pers di Restoran Bibi Kelinci, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (6/3), Nabilah mempertanyakan hati nurani pihak yang melaporkannya ke polisi. Padahal, menurutnya, dirinya merupakan korban pencurian.

"Saya ingin bertanya langsung, di mana hati nurani kalian? Kalian datang ke tempat saya, mengambil 14 produk makanan dan minuman kami tanpa membayar sepeser pun," kata Nabilah.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menyakiti para pekerjanya yang sedang mencari nafkah.

"Tidak hanya itu, kalian menghina karyawan-karyawan saya, masuk ke area dapur saya, membentak dan mencaci maki karyawan saya yang sedang bekerja mencari nafkah," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Soroti Proses Hukum

Lebih lanjut, Nabilah juga menyoroti penanganan perkarannya di Bareskrim Polri. Ia menilai proses penyelidikan dan penyidikan ini terasa janggal.

Ia menegaskan, dugaan peristiwa pencurian di restorannya terekam kamera CCTV. "Rekaman CCTV itu ada, dan CCTV itu tidak pernah berbohong," kata Nabilah.

Nabilah mengaku selama ini bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum. Namun, ia merasa fakta yang disampaikan belum cukup untuk menghentikan proses hukumnya yang menjeratnya.

"Saya ini hanya rakyat, pelaku usaha kecil yang sedang berjuang menghidupi banyak orang di belakang saya," ujarnya.

Ia juga menyoroti tuntutan ganti rugi yang diajukan terhadapnya yang disebut mencapai Rp 1 miliar, yang menurutnya tidak sebanding dengan nilai makanan yang diambil.

Mengaku Stres Usai Ditetapkan Jadi Tersangka

Nabilah mengatakan penetapan tersangka membuat kondisi mentalnya terganggu. Ia mengaku sulit fokus bekerja selama lima bulan usai ditetapkan sebagai tersangka.

"Saya stres. Saya sulit fokus bekerja selama lima bulan ini," ucapnya.

"Tiba-tiba saya dijadikan tersangka hanya karena menyuarakan fakta demi diri saya sendiri dan keamanan publik," tambahnya.

Nabilah juga meminta perhatian dari Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman agar membantu memastikan dirinya tidak menjadi korban kriminalisasi.

"Saya percaya masih banyak polisi yang baik dan pemerintah yang benar-benar berpihak pada pengusaha kecil. Mohon bantu saya agar kriminalisasi ini tidak menjadi akhir dari hidup saya, dari usaha saya," tandasnya.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini berawal pada September 2025 lalu. Saat itu, pasutri ZK dan ESR memesan 11 makanan dan 3 minuman di Restoran Bibi Kelinci dengan total tagihan Rp 530.150, tapi tidak dibayar.

Pihak kepolisian menjelaskan, kasus ini tidak berdiri tunggal, melainkan melibatkan dua laporan dengan objek perkara yang tidak sama.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Bareskrim Polri terkait status tersangka Nabilah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milarder Dubai Marah ke Trump Seret Negara Teluk ke Perang Iran, Pertanyakan Duit Dewan Perdamaian
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jangan Sembarangan Pakai Earphone
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Israel Serang Bunker yang Jadi Pusat Komando Militer Iran | KOMPAS MALAM
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Menaker Tegaskan Pemberi Kerja Wajib Beri THR dan BHR 2026, Ini Aturan Lengkapnya
• 17 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.