REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Miliarder UEA, Khalaf al-Habtoor, menuduh Presiden AS Donald Trump menyeret mitra-mitra Teluk yang kaya energi ke dalam "bahaya" dengan melancarkan perang terhadap Iran. Serangan itu jelas-jelas tidak diinginkan dan mengkhianati rakyat Amerika dengan menempatkan perang sebagai prioritas utama.
Surat terbuka di X menandai kecaman publik paling menonjol terhadap Trump dari Teluk Arab sejak perang terhadap Iran dimulai pada hari Sabtu.
Baca Juga
PERBANAS dan Artha Graha Peduli Gelar Bazar Ribuan Paket Sembako Murah, Perkuat Kepedulian Sosial
DPR Minta Pemerintah Awasi Kepulangan Jamaah Umrah Mandiri dari Arab Saudi
Demi Keselamatan, Kemenhaj Minta Calon Jamaah Tunda Umrah
Habtoor bukanlah pejabat pemerintah, tetapi miliarder yang berbasis di Dubai ini dekat dengan lingkaran penguasa. Ekspresi publik di UEA, khususnya pada tingkat ini, dikendalikan ketat oleh pemerintah.
“Pertanyaan langsung: Siapa yang memberi Anda wewenang untuk menyeret kawasan kita ke dalam perang dengan #Iran? Dan atas dasar apa Anda membuat keputusan berbahaya ini?” tulis Habtoor di X dalam sebuah unggahan yang ditujukan kepada “Yang Mulia Presiden Donald Trump”.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Apakah Anda memperhitungkan kerusakan yang ditimbulkan sebelum menarik pelatuk? Dan apakah Anda mempertimbangkan bahwa yang pertama menderita akibat eskalasi ini adalah negara-negara di kawasan itu sendiri!”
Habtoor memiliki salah satu konglomerat terbesar di UEA, Al Habtoor Group. Kecaman ini semakin mencolok karena pengusaha UEA tersebut tidak memiliki catatan mengkritik Trump atau kebijakannya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)