Momen Masjid Agung Kudus Bacakan Qunut Nazilah, Doakan Konflik Timteng Berakhir

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Masjid Agung Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membaca doa qunut nazilah saat salat Jumat (6/3). Pelaksanaan qunut nazilah untuk mendoakan agar konflik di Timur Tengah segera berakhir.

Diketahui, Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Jusuf Kalla, mengajak masjid di Indonesia untuk melaksanakan qunut nazilah. Hal itu untuk perdamaian di Timur Tengah.

Menanggapi adanya imbauan tersebut, Masjid Agung Kudus melaksanakan qunut nazilah. Qunut dibaca pada rakaat terakhir salat Jumat yang dilaksanakan hari ini.

Suasana salat Jumat di Masjid Agung Kudus hari ini berlangsung khidmat. Area saf depan hingga belakang terpenuhi para jemaah.

Imam dan Khatib Salat Jumat Masjid Agung Kudus, Solikhul Hadi, di sela-sela khotbah menyampaikan pemberitahuan adanya pembacaan qunut nazilah. Pemberitahuan disampaikan di awal agar masyarakat tahu dan mengikuti.

"Melihat situasi dunia saat ini, maka DMI dan MUI menyampaikan imbauan supaya umat Islam membaca doa qunut nazilah. Itu dilakukan untuk umat Islam yang saat ini merasakan musibah dan semoga mendapatkan pertolongan serta kaum muslim mendapatkan kesejahteraan di akhirat," katanya di hadapan para jemaah salat Jumat.

Saat diwawancarai kumparan, Solikhul Hadi menjelaskan bacaan qunut nazilah dilakukan saat umat Islam mengalami musibah atau penderitaan. Ini melihat situasi di Timur Tengah yang membutuhkan doa dari seluruh umat muslim.

"Maka, kami support mereka seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW," katanya.

Ia mencontohkan, saat sahabat Rasulullah SAW hendak berdakwah, tetapi justru dibunuh oleh kaum kafir. Di saat itu Rasulullah SAW membaca qunut nazilah. Berkaca dari itu syariat itu terus dilakukan secara turun-temurun.

"Membaca doa qunut nazilah merupakan bentuk empati memupuk Ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam," sambungnya.

Soal konflik di Timur Tengah, menurutnya negara-negara muslim sebaiknya tidak perlu membedakan paham atau alirannya. Baik sunni ataupun syiah, semuanya sama.

"Tuhannya satu Allah SWT. Nabinya juga sama Nabi Muhammad SAW dan kitabnya juga sama Al-Quran," terangnya.

Ia berpendapat, saat ini sebagian umat Islam menunjukkan sikap kurang tepat. Salah satunya menyebut aliran yang berbeda. Ia menyayangkan adanya pemikiran semacam itu.

"Ada yang bilang Iran aliran syiah sehingga tidak perlu dibela. Seharusnya ketika salah satu sedang sakit, yang lain bisa merasakan juga. Mudah-mudahan doa yang sudah dilakukan hari ini bisa terkabul. Saudara muslim yang saat ini sedang menderita mendapatkan pertolongan dari Allah SWT," terangnya.

Konflik yang saat ini terjadi di Timur Tengah, ia melihat umat Islam sedang terzalimi. Ia menilai Israel dan Amerika selalu menyudutkan umat Islam.

"Sayangnya saya melihat negara Islam tidak kompak. Ada yang cenderung ke zionis. Maka sebaiknya kembali kita harus berpedoman kepada Allah SWT," ujarnya.

Sebagai seorang muslim, hendaknya semua ikut memberikan support. Itu dapat dilakukan dengan berbagai cara.

"Bagi yang mampu memberikan materi bisa menyalurkan hartanya. Kemudian, bagi yang hanya bisa berdoa bisa mendoakan setiap saat. Allah SWT pasti memberikan jawaban atas doa yang disampaikan," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Masjid Agung Kudus, Zakkiy Ataka menyampaikan, pembacaan qunut nazilah saat salat Jumat menindaklanjuti arahan dari DMI pusat untuk mendoakan agar konflik Timur Tengah segera berakhir.

"Semoga Indonesia kondisinya aman. Termasuk jemaah Indonesia yang masih di Timur Tengah juga aman," terangnya.

Ia menuturkan, tujuan adanya qunut nazilah untuk berdoa memohon yang terbaik kepada Allah SWT mengingat saat ini konflik di Timur Tengah sedang memanas. Pihaknya berharap konflik segera usai.

"Sebelum adanya acara pembacaan qunut nazilah ini, kami selaku pengurus Masjid Agung Kudus sudah menghubungi imam salat Jumat serta memberi tahu jemaah sebelum salat Jumat," ujarnya.

Ia berharap masyarakat Indonesia, termasuk warga Kabupaten Kudus selalu dalam lindungan Allah SWT. Baik jemaah yang tertahan di tanah suci maupun yang tertunda keberangkatan umrahnya.

"Semoga situasi segera membaik dan kembali aman," imbuhnya.

Salah seorang jemaah, Ody mengatakan dirinya sudah tahu kalau ada pembacaan qunut nazilah. Pihak Masjid Agung Kudus telah menyampaikan di awal.

"Iya sudah dikabari sebelum salat Jumat. Intinya mendoakan saudara muslim di sana karena sedang ada konflik perang," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga Terjebak Banjir Bandang di Lampung Selatan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Dinilai Ingin Singkirkan Kepemimpinan Iran, Klaim Sudah Punya Beberapa Kandidat yang Tepat
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Industri Pengolahan dan Migas jadi Motor Ekonomi Kepri 2025
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Hibah Bawaslu Pegaf Rp4,29 Miliar
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi, dari Peringatan Tertulis hingga Disegel
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.