Kurangi Impor BBM, Prabowo Percepat Bangun PLTS-Konversi Motor Listrik

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dan diskusi bersama sejumlah mantan Presiden hingga Ketua Umum Parpol di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (3/3/2026). (Dok Biro Pers Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi impor BBM dan LPG. Caranya dengan mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dengan energi surya, melakukan konversi motor listrik, hingga mendorong penggunaan kompor listrik.

Hal ini diungkapkan Brian, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, terkait transisi energi, di Istana Negara, Kamis (5/3/2026). Dalam rapat itu juga dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Brian menjelaskan dari pihaknya diminta dukungan riset dari perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan PLTS. "Kami dari perguruan tinggi riset-riset hasil-hasil penelitian dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell ya, PLTS terutama untuk mengganti pembangkit-pembangkit yang harganya masih mahal yaitu pembangkit-pembangkit yang berasal dari disel," kata Brian.


Baca: Ada Perang & RI Masih Impor BBM, Prabowo Titah ke Menteri Teknologi

Kemudian, Presiden Prabowo juga meminta adanya percepatan program konversi motor konvensional ke motor listrik. Karena konsumsi BBM dari juga memakan porsi yang besar. "Kendaraan listrik. Kenapa? Karena kedua hal tadi, pembangkit yang masih diesel maupun kendaraan listrik itu kan masih tergantung pada BBM ya," katanya.

Brian menjelaskan bahwa saat ini harga BBM impo cukup tinggi. Sehingga dampaknya besar terhadap keuangan negara.

Untuk itu, dengan penggantian PLTD dengan PLTS dan konversi kendaraan listrik bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. "Sehingga ketergantungan kita terhadap import, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi," tuturnya.

Lebih lanjut, Brian juga mengatakan presiden meminta untuk mempercepat penggunaan kompor listrik di masyarakat semakin meluas.

Pasalnya ketergantungan Indonesia terhadap LPG juga cukup besar. Sehingga ketika harga naik, menjadi beban terhadap keuangan negara.

"Sehingga nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG, Subsidi kita, beban subsidi LPG listrik itu intinya harus kita kurangi, sehingga BBM kita lebih stabil," kata Brian.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prabowo Subianto Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penerimaan Pajak di Kanwil DJP Jatim III Tembus Rp4,9 Triliun
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Silaturahmi dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Islam, Presiden Prabowo Bangun Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Masih Ingat Pelajaran di Sekolah? Uji Kecerdasanmu dengan Kuis soal Dunia dan Alam Semesta, Yuk!
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polisi Periksa Guru SLB di Yogya Terduga Pelaku Pelecehan Siswinya
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bea Cukai Banten Berikan Fasilitas TPPB dalam Pameran IFEX 2026
• 15 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.