Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mendorong pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan peran dalam keanggotaannya di Board of Peace (BoP). Langkah ini dinilai strategis untuk mewujudkan perdamaian di tengah meningkatnya agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“BoP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok,” ujar Gus Yahya.
Gus Yahya meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian di Timur Tengah melalui dewan bentukan Donald Trump tersebut. Menurutnya, posisi Indonesia di dalam BoP dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong proses deeskalasi perang yang saat ini tengah berlangsung.
Baca juga: Tokoh Islam Apresiasi Sikap Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei
"Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BoP on hold sampai ada pembicaraan untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini," ujar Gus Yahya.
Yahya menegaskan pihaknya tidak sepakat jika Indonesia angkat kaki dari dewan perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut. Dia meyakini melalui BoP, Indonesia dapat berkontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian.
“Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut,” tutur Gus Yahya.



