Presiden Prabowo dan Ulama Bahas Upaya Redam Konflik Timur Tengah

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Presiden Prabowo Subianto mengajak para ulama dan tokoh Islam merapatkan barisan untuk mendukung langkah Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah. Pemerintah juga menyiapkan berbagai upaya konkret guna meredam eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara buka puasa bersama Presiden dan para ulama di Istana Merdeka, Kamis malam, 5 Maret 2026. Tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada awak media.

“Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan, bersama-sama memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah. Terutama juga meredakan ketegangan,” ujar Nusron.

Ia menegaskan Presiden tidak menginginkan konflik di kawasan tersebut semakin meluas. Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong langkah-langkah pencegahan agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Jangan sampai perang terjadi antara Iran dengan Amerika, serta akan berdampak terhadap gejolak di Timur Tengah,” ucapnya.

Nusron menambahkan pemerintah memantau perkembangan konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran serta menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya tidak signifikan bagi Indonesia.

"Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam Kelompok Delapan (D8) itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan persatuan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Menurut Muhaimin, Indonesia memilih jalur dialog untuk mencari solusi dan menjaga kepentingan nasional di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

"Sehingga, apa pun kondisinya, perang Amerika-Iran, kondisi peta geopolitik, kita tetap kuat bersatu, solid, tidak mudah dipecah belah, dan yang penting semua yang dilakukan Presiden adalah untuk kepentingan nasional," kata Muhaimin.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendapatan BFI Finance Capai Rp6,7 Triliun pada 2025
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Link Live Streaming Wolves vs Liverpool di Piala FA Besok Dini Hari
• 12 jam lalugrid.id
thumb
ABK Asal Thailand Terdakwa Penyelundupan Sabu 2 Ton Divonis Penjara Seumur Hidup
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Duh! Konflik Iran vs AS-Israel Bikin Ekspor 50.000 Sarung dari Tegal Tertunda
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Perang yang (Tak) Dirindukan
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.