Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah membuka daftar kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1%. Dengan dibukanya data tersebut, transparansi kepemilikan saham investor di pasar modal domestik pun semakin terang.
Langkah tersebut menyusul reformasi besar-besaran yang dilakukan otoritas bursa untuk meningkatkan pendalaman bursa saham Indonesia.
Salah satu hal menarik ketika data tersebut dibuka adalah, masyarakat kini bisa melihat investasi saham-saham milik konglomerat yang sebelumnya tidak diketahui. Sebut saja bos Indofood Anthoni Salim yang di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat memiliki sebanyak 1,41 miliar saham atau setara dengan 1,15% dari total saham BBCA yang beredar saat ini.
Lainnya adalah raja batu bara Indonesia, Low Tuck Kwong, yang memiliki saham di perusahaan pengangkutan batu bara yaitu PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) sebanyak 4,62% saham.
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama sekaligus Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan perkembangan proposal yang diajukan kepada penyedia indeks global, yakni MSCI dan FTSE Russell. Ia menjelaskan, terdapat empat proposal utama yang diajukan.
Pertama, membuka pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Kedua, penyediaan data tipe investor yang lebih granular. Ketiga, perubahan ketentuan free float dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%. Keempat, penyusunan shareholders concentration list.
“Langkah ini merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan dalam memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia,” kata Jeffrey di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/3).
Adapun data nama pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% sudah dapat diakses publik melalui situs resmi BEI. Data tersebut disediakan oleh KSEI.
Dikatakan bahwa penyediaan informasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keterbukaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat. Informasi itu disajikan secara terstruktur untuk memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai struktur kepemilikan saham emiten kepada investor maupun pemangku kepentingan lainnya.
Di bawah ini adalah data kepemilikan saham di atas 1% beberapa konglomerat Tanah Air.
Prajogo Pangestu- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): 84,10%
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): 71,37%
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): 5,03%
- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC): 2,23%
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM): 34,68%
- PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM): 19,90%
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA): 14,55%
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): 7,46%
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): 6,73%
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): 5,83%
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA): 2,26%
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET): 25,30%
- DCI Indonesia Tbk (DCII): 11,12%
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK): 8,97%
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): 1,15%
- PT Bayang Resources Tbk (BYAN): 40,22%
- PT Samindo Resources Tbk (MYOH): 14,18%
- PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA): 4,62%
- PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT): 3,12%
- PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA): 19,34%
- PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA): 15,70%
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO): 11,19%
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII): 29,90%
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII): 22,51%
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI): 1,72%
- PT Sumber ALfaria Trijaya Tbk (AMRT): 1,06%
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII): 1,95%




