jpnn.com, DENPASAR - Korlantas Polri menggelar kegiatan Polantas Menyapa dengan tema Nyepi Aman, Mudik Nyaman, Toleransi Terjaga, Bali Tetap Kondusif di Bale Banjar, Gianyar, Bali, Jumat (6/3).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan unsur masyarakat Bali mulai dari Pecalang, Banser, komunitas ojek online hingga tokoh masyarakat.
BACA JUGA: Komisi Reformasi Polri Sudah Selesaikan Tugas, Tinggal Lapor Presiden
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan kehadirannya di Bali untuk memastikan kesiapan pengamanan Operasi Ketupat berjalan dengan baik, sekaligus memastikan rangkaian hari raya yang waktunya berdekatan yakni Lebaran dan Hari Raya Nyepi dapat berlangsung aman dan kondusif.
"Saya sangat bangga berada di Pulau Dewata Bali. Kehadiran saya untuk memastikan kesiapan Operasi Ketupat sudah berjalan dengan baik. Tadi malam juga sudah bertemu dengan Gubernur dan mendapatkan paparan dari Dirlantas Polda Bali terkait kesiapan pengamanan," kata Agus.
BACA JUGA: Perayaan Nyepi, Penerbangan Mudik Dipastikan Tak Terganggu
Dia menjelaskan pertemuan dengan berbagai unsur masyarakat dalam program Polantas Menyapa menjadi bagian penting dari upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut hadir pimpinan Pecalang dari berbagai kabupaten di Bali, perwakilan Banser dari Nahdlatul Ulama, komunitas ojek online, hingga tokoh masyarakat.
BACA JUGA: Pertamina Pastikan Pasokan BBM, LPG, dan Avtur Aman Menjelang Idulfitri
Menurut Agus, banyak masukan dan saran yang diperoleh dari pertemuan tersebut. Dia menegaskan Polri harus mampu melayani masyarakat dengan ikhlas sebagaimana arahan Kapolri.
"Polri harus dekat dengan masyarakat, merangkul masyarakat, sehingga benar-benar diterima di tengah masyarakat," ujarnya.
Agus juga meminta doa restu dari seluruh pihak agar pengamanan rangkaian hari raya ke depan dapat berjalan lancar. Pasalnya, pelaksanaan takbiran menjelang idulfitri dan perayaan Hari Raya Nyepi waktunya berdekatan sehingga membutuhkan koordinasi yang matang.
Dia menjelaskan pemerintah daerah bersama kepolisian telah menyepakati pengaturan penutupan penyeberangan di Selat Bali.
"Sudah diatur penutupan penyeberangan Gilimanuk menuju Ketapang pada pukul 05.00 pagi, sedangkan dari Ketapang menuju Gilimanuk ditutup pukul 17.00. Pengaturan ini sudah dituangkan dalam surat edaran Gubernur dan telah disosialisasikan kepada masyarakat," jelasnya.
Selain itu, Dirlantas Polda Bali juga telah memaparkan pola pengamanan mulai dari arus mudik, arus balik, distribusi penumpang di bandara, hingga pengamanan kawasan wisata. Seluruh skenario tersebut disiapkan agar aktivitas masyarakat dan wisatawan di Bali tetap berjalan aman dan nyaman.
Sementara itu Ketua Pecalang Provinsi Bali BJP (P) Dewa Suwarya menyampaikan apresiasi atas perhatian Polri terhadap kesiapan pengamanan adat dan budaya di Bali.
Dia menegaskan Pecalang bersama unsur masyarakat lainnya siap membantu kepolisian untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas selama rangkaian pengamanan Lebaran dan Hari Raya Nyepi.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Bapak Kakorlantas dan jajaran. Pecalang bersama Banser, Ansor dan organisasi masyarakat lainnya siap mendukung langkah-langkah yang sudah disiapkan dalam pengamanan Operasi Ketupat di Bali," ujarnya. (cuy/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




