BOGOR, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menggeser Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Jembatan Pakuan, Jalan Pakuan, Kota Bogor.
Keberadaan pedagang di lokasi tersebut dinilai menutup sebagian jalur pedestrian dan memicu kemacetan, terutama saat Ramadan.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menata sekaligus menggeser PKL di wilayah tersebut.
Selain itu, ia juga meminta para pedagang meningkatkan kesadaran agar tidak melanggar aturan dengan berjualan di area yang tidak semestinya.
Baca juga: Ramai Takjil di Jalan Pakuan Bogor, Warga Minta PKL Ditata
"Jadi butuh kesadaran dari masyarakat, butuh kesadaran dari warganya bahwa pelanggaran itu seharusnya tidak terjadi, tidak dilakukan," kata Jenal kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
"Kalau mau jualan ya jangan di atas jembatannya lah, biasanya sedikit ke perkampungan atau ke dalam ya," lanjut dia.
Jenal menilai, Pemkot Bogor tetap akan memberi kelonggaran kepada para pedagang agar mereka tetap dapat memperoleh penghasilan.
Namun, ia menekankan agar para PKL menjaga kebersihan serta kerapian di lokasi tempat mereka berjualan.
Ia juga menyebutkan, upaya sterilisasi di Jembatan Pakuan sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan, tetapi pedagang kerap kembali berjualan dengan alasan merupakan warga sekitar.
"Kami akan sampaikan ke Satpol PP, itu udah berapa kali sebenarnya ditertibkan tapi karena alibinya warga sekitar, tidak permanen. Jadi kadang-kadang petugas juga ada perasaan," ujarnya.
Sebelumnya, pihak Kecamatan Bogor Timur juga pernah melakukan penertiban PKL di kawasan Jembatan Pakuan pada 22 April 2025.
Baca juga: Bolu Kukus dan Kue Mangkok Berpewarna Tekstil Ditemukan di Sentra Takjil Jalan Panjang
Warga minta penataan PKLSejumlah warga menilai keberadaan PKL di kawasan tersebut perlu ditata agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Salah seorang pembeli takjil, Dhafie, mengatakan kondisi PKL yang memenuhi sisi jalan membuatnya kesulitan bergerak saat berkendara.
Ia mengakui momen berjualan takjil memang sangat potensial pada bulan Ramadan. Namun, menurutnya, penataan tetap diperlukan agar tidak mengganggu pengguna jalan.
"Tapi maksudnya emang enggak bisa ditata lebih baik jadi enggak ganggu yang beraktivitas gitu," kata Dhafie saat ditemui, Kamis (5/3/2026).





