JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia pasang badan untuk Presiden Prabowo Subianto dari pihak yang meragukan kemampuan Prabowo untuk menjadi mediator untuk meredakan konflik Iran versus Amerika Serikat (AS).
"Jadi kalau yang tidak tahu Pak Presiden Prabowo itu wajar (meragukan). Tapi bagi kami, Partai Golkar, yang tahu Bapak Presiden Prabowo, insyaallah kami sangat yakin terhadap kemampuan beliau dalam melakukan komunikasi politik antar kepala-kepala negara di dunia," kata Bahlil saat ditemui wartawan di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026) malam.
Soal banyak pihak yang meragukan Prabowo yang ingin menjadi penengah Iran dan AS, Bahlil menilai itu adalah bentuk demokrasi.
"Saya tidak menanggapi pihak-pihak di luar ya. Negara kita ini negara demokrasi, semua orang boleh berpendapat, semua orang boleh berpikir. Itu adalah salah satu konsekuensi daripada negara demokrasi," ujar Bahlil.
"Tapi bagi Partai Golkar adalah sangat memahami, mengerti, dan percaya kepada kemampuan Bapak Presiden Prabowo," sambungnya.
Baca juga: Prabowo Didukung Pakistan Jadi Mediator AS–Iran, Disebut Siap Dampingi ke Teheran
Bahlil mengatakan, dirinya baru saja melakukan kunjungan ke luar negeri bersama Prabowo, mulai dari ke Jepang, AS, Inggris, Yordania, dan UEA.
Bahlil melihat begitu dekat hubungan emosional antara Prabowo dengan para pemimpin negara tersebut.
Baca juga: Pemerintah Masih Bahas Mekanisme Prabowo Jadi Mediator Iran vs AS
Kata Jimly soal rencana Prabowo jadi mediator konflik duniaSebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddique mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dan pemimpin Pakistan akan berkunjung ke Teheran, Iran, untuk meredam eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ia mengaku mendengar hal tersebut langsung dari Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan ulama, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam, Kamis (5/3/2026) kemarin.
"Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis malam.
"Lupa saya Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran," imbuh dia.
Berdasarkan penuturan Prabowo, Kepala Negara ditelepon langsung oleh pemimpin Pakistan untuk lawatan tersebut.
"Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini ya kan. Nah dia mau sama-sama berdua. Oh itu bagus sekali," tutur dia.
Jimly berpandangan, mediasi perlu dicoba meski kemungkinan berhasilnya kecil.
"Walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba. Intinya Indonesia mengambil global player peran sebagai global player. Itu kita dukung. Jangan dianggap negatif dulu ya, bukannya mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah apa serangan lagi dari Israel," kata Jimly.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




