VIVA – Iran menunda pemilihan pemimpin tertinggi sepeninggal Ayatollah Ali Khamenei yang syahid dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir pekan lalu, karena alasan keamanan, menurut New York Times mengutip sumber.
Menurut media tersebut pada Kamis, penundaan itu berkaitan dengan kekhawatiran akan keselamatan putra Khamenei yang terbunuh, Mojtaba Khamenei, dengan semakin meningkatnya informasi di Teheran melalui media bahwa Mojtaba akan menjadi penerus sang ayah.
Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengancam setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk menggantikan Ali Khamenei akan menjadi "target yang jelas pembunuhan."
"Pemimpin mana pun yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan itu, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan," kata Katz dalam sebuah unggahan di X.
"Tidak masalah siapa namanya atau di mana dia bersembunyi," katanya
Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan wilayah Iran sejak Sabtu, termasuk Teheran yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
Serangan tersebut juga menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang dikonfirmasi media pemerintah.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan wilayah Israel, dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah





