Vale Indonesia Pastikan Produksi Nikel Matte Sorowako Tetap Sesuai Proyeksi

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – PT Vale Indonesia Tbk mengonfirmasi bahwa produksi nikel matte di smelter Sorowako, Sulawesi Selatan, tetap sesuai dengan proyeksi meskipun ada pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemangkasan ini bertujuan mengurangi produksi nikel Indonesia agar harga komoditas di pasar internasional meningkat.

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale, Budiawansyah, dalam acara buka bersama di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa rencana produksi nikel matte tidak terpengaruh sama sekali. "Sampai saat ini, rencana produksi masih sesuai dengan forecast," ujarnya.

Budiawansyah menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan persetujuan sebesar 100 persen kepada RKAB Vale untuk operasional Sorowako. Namun, perhatian Vale saat ini tertuju pada pasokan nikel untuk smelter berbasis high pressure acid leaching (HPAL) yang sedang dibangun di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Proyek Smelter HPAL Pomalaa

Menurut Budi, proyek smelter nikel HPAL di Pomalaa diharapkan mencapai tahap mechanical completion pada Agustus 2026. "Pada semester dua itu akan siap ramp up produksi. Kalau kami hitung Agustus, jadinya sekitar dua-tiga bulan sebelumnya, pasokan bijih untuk mendukung itu juga harus tersedia," jelasnya.

Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Vale telah berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (minerba) Kementerian ESDM untuk mengajukan revisi RKAB Vale pada 2026. "Pak Dirjen (Minerba Tri Winarno) dan juga jajaran sangat memahami hal ini, karena itu (hilirisasi nikel) adalah komitmen kami ke pemerintah," ucap Budi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia berharap pemerintah dapat menyetujui revisi RKAB Vale 2026 untuk mendukung operasional smelter nikel HPAL Pomalaa. Budi menargetkan revisi tersebut dapat diselesaikan pada Juni, bahkan lebih awal. "Kami memang sudah set up beberapa rancangan untuk adendum atau revisi nanti. Kita akan lihat ya, sesuai dengan regulasinya, apakah dibuka Juni atau bisa lebih awal," tambahnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Abaikan Stres dan Gaya Hidup Buruk Bisa Picu Stroke
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menu MBG Ramadhan Dinilai Kurang Seimbang, Peneliti BRIN Sarankan Tambah Telur
• 51 menit lalurepublika.co.id
thumb
Polres Pelabuhan Makassar Bagikan 5.000 Paket Takjil, Mahasiswa hingga Ojol Turun ke Jalan
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Membedah Kinerja APBN Saat Risiko Pelebaran Defisit Datang dari Berbagai Arah
• 36 menit lalubisnis.com
thumb
Dari Istana ke Umat, Saat Ulama dan Umara Menyatukan Sikap di Tengah Badai Geopolitik
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.