Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di zona merah dengan anjlok 7,89% ke level 7.585,68 sepanjang perdagangan pekan ini, 2 hingga 6 Maret 2025. Kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat turun Rp1.160 triliun menjadi Rp13.627 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG selama sepekan ditutup mengalami pelemahan 7,89% pada posisi 7.585,68 dari 8.235,48 pada pekan sebelumnya.
Adapun, kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 7,85% menjadi Rp13.627 triliun dari Rp14.787 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata volume transaksi harian Bursa terpantau mengalami pelemahan 17% menjadi 42,34 miliar lembar dari 51,02 miliar lembar pada penutupan pekan lalu. Adapun, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga turut mengalami pelemahan.
"Rata-rata nilai transaksi harian BEI turut berubah sebesar 16,64% menjadi Rp24,97 triliun, dari Rp29,95 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar dikutip Sabtu (7/3/2026).
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa pada pekan ini juga tercatat mengalami penurunan sebesar 7,33% menjadi 2,73 juta kali transaksi dari 2,95 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Baca Juga
- IHSG Sepekan Turun 0,44%, Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus jadi Rp14.787 Triliun
- IHSG Sepekan Menguat 3,49%, Net Sell Asing Tembus Rp16,49 Triliun
- Prediksi IHSG Sepekan saat Pasar Keuangan Masih Berpotensi Tertekan
Menutup pekan ini, tepatnya pada Jumat (6/3/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp263 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,29 triliun.
Pencatatan Obligasi & SukukSelama sepekan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penerbitan tiga obligasi dan satu sukuk baru.
Pada Rabu (4/3), Pencatatan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nominal sebesar Rp1,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi tersebut adalah idAAA (Triple A) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan III Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai sebesar Rp940 miliar. Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari PEFINDO dan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebagai Wali Amanat.
Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT RMK Energy Tbk resmi tercatat dengan nilai Rp560 miliar pada Rabu (4/3). Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari PEFINDO dengan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Dengan ketiga pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 36 emisi dari 26 emiten senilai Rp40,51 triliun.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 682 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp565,70 triliun dan USD134,01 juta yang diterbitkan oleh 133 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp6.683,44 triliun dan USD352,10 juta. Emisi Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,67 triliun.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





