Bisnis.com, JAKARTA - Salat Idulfitri merupakan ibadah yang dilaksanakan Umat Muslim pada 1 Syawal setelah berakhirnya Ramadan. Ibadah ini menjadi salah satu syiar penting dalam perayaan hari raya umat Islam sebagai tanda kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa.
Mengutip NU Online, hukum salat Idulfitri adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Di Indonesia, salat Idulfitri atau salat Id biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka pada pagi hari.
Tata Cara Salat IdulfitriSalat Idulfitri merupakan salat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari setelah berakhirnya bulan Ramadan. Pelaksaan salat ini dilakukan secara berjamaah di masjid, lapangan, atau tempat terbuka lainnya.
Secara umum, tata cara salat Idulfitri memiliki kesamaan dengan salat pada umumnya, namun terdapat beberapa perbedaan teknis yang menjadi ciri khas pelaksanaannya.
Perbedaan utama salat Idulfitri terletak pada jumlah rakaat dan adanya takbir tambahan di setiap rakaat. Salat Idulfitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tujuh kali takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima kali takbir tambahan pada rakaat kedua.
Berikut adalah tata cara pelaksanaan salat Idulfitri:
Baca Juga
- Tata Cara Lengkap Salat Tahajud Beserta Keutamaan, Rakaat, Niat, dan Doa Rasulullah
- Ini 4 Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa saat Ramadan
- Niat Puasa Penuh dan Bacaan Doa Adzan Subuh, Arab, Latin, dan Artinya
Membaca Niat Salat Idulfitri
Langkah pertama dalam melaksanakan salat Idulfitri adalah membaca niat. Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut bacaan niat salat Idulfitri.
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatan li ‘îdil fiṭri rak‘ataini (imâman/ma’mûman) lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat melaksanakan salat sunnah Idulfitri dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta’ala.”
Dalam pelaksanaannya, niat tidak wajib dilafalkan secara lisan, karena niat pada dasarnya merupakan tekad di dalam hati untuk melaksanakan ibadah.
Melakukan Takbiratul Ihram
Setelah membaca niat, jamaah melakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. Setelah itu dianjurkan membaca doa iftitah sebagaimana dalam salat biasa. Berikut doa iftitah yang umum digunakan:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin: "Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin."
Artinya: "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim."
Melakukan Takbir Tambahan Tujuh Kali
Setelah membaca doa iftitah, imam dan makmum melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Setiap takbir dilakukan dengan mengangkat kedua tangan seperti ketika takbiratul ihram.
Di sela-sela takbir tersebut dianjurkan membaca zikir berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setelah selesai melakukan takbir tambahan, imam membaca Surah Al-Fatihah. Setelah itu dianjurkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an. Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama salat Id.
Setelah membaca surat tersebut, salat dilanjutkan dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya sebagaimana rukun salat pada umumnya hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.
2. Rakaat KeduaMelakukan Takbir Tambahan Lima Kali
Setelah berdiri untuk rakaat kedua, imam dan makmum kembali melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali. Setiap takbir diucapkan dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca “Allahu Akbar”.
Di antara setiap takbir tersebut dianjurkan membaca zikir yang sama seperti pada rakaat pertama, yaitu:
Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.
Praktik ini merupakan bagian dari sunnah yang bertujuan untuk memperbanyak zikir dan pengagungan kepada Allah pada hari raya.
Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ghasyiyah
Setelah menyelesaikan takbir tambahan, imam membaca Surah Al-Fatihah. Setelah itu dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah.
Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW kerap membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua ketika melaksanakan salat Id. Riwayat tersebut juga dicatat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Menyelesaikan Rukun Salat Hingga Salam
Setelah membaca surat, salat dilanjutkan dengan melakukan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan tasyahud akhir. Setelah itu salat ditutup dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Dengan demikian, selesailah pelaksanaan salat Idulfitri dua rakaat.
Sunnah Sebelum Sholat IdDalam pelaksanaan salat Idulfitri terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan sebelum berangkat menunaikan salat. Melansir laman Kementerian Agama, beberapa sunnah tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Melantunkan TakbirTakbir dianjurkan untuk dibaca sejak malam hari raya hingga menjelang pelaksanaan sholat Id. Amalan ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah atas berakhirnya bulan Ramadan.
2. Mandi Sebelum Sholat IdMandi sebelum berangkat ke tempat sholat menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan agar umat Islam berada dalam kondisi bersih saat melaksanakan ibadah.
3. Mengenakan Pakaian TerbaikUmat Islam dianjurkan memakai pakaian yang bersih dan rapi saat menghadiri sholat Idulfitri sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.
4. Makan Sebelum Berangkat SholatSunnah lain yang dianjurkan adalah makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat Idulfitri. Hal ini menandakan bahwa umat Islam tidak lagi berpuasa pada hari tersebut.
5. Mengambil Rute Berbeda Saat Pergi dan PulangSebagian riwayat menyebutkan bahwa dianjurkan mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang dari tempat pelaksanaan sholat Id.
Amalan-amalan tersebut menjadi bagian dari tradisi ibadah yang dianjurkan dalam menyambut hari raya Idulfitri.





