Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Perhubungan Jawa Barat sudah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan serta bencana yang berpotensi mengganggu arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan titik rawan kemacetan diperkirakan terjadi sebelum dan sesudah Lebaran, terutama di jalur utama yang menjadi akses keluar masuk wilayah.
“Kalau titik rawan kemacetan mungkin akan dibagi dua. Yang pertama sebelum Lebaran, biasanya terjadi di pintu-pintu keluar tol karena kemungkinan akan diberlakukan one way,” katanya, Sabtu (7/3/2026).
Beberapa titik yang diprediksi mengalami kepadatan kendaraan di antaranya gerbang Tol Pasteur di Bandung, jalur Nagreg di Kabupaten Bandung, serta kawasan Ciawi di Bogor.
“Titik-titik itu biasanya menjadi tempat pertemuan arus kendaraan, sehingga kita upayakan diurai dengan menurunkan petugas dan berbagai prasarana di lapangan,” katanya.
Selain arus mudik, kepadatan kendaraan juga diperkirakan terjadi setelah Lebaran ketika masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk berwisata.
Baca Juga
- Mudik Gratis Naik Kapal Laut, Cek Rute dan Jadwalnya
- Kementerian PU Siapkan 6 Strategi Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
- Antisipasi Lonjakan Trafik Data, Indosat Perkuat Jaringan di 75 Jalur Mudik
“Sesudah Lebaran biasanya banyak masyarakat yang melakukan kegiatan wisata. Diprediksi terjadi di Puncak, Lembang, Ciwidey, Cipanas Garut, Cilimus Kuningan, dan yang paling favorit di selatan seperti Pangandaran dan Pelabuhanratu,” ucapnya.
Dishub Jabar juga mengingatkan potensi bencana yang dapat mengganggu perjalanan pemudik, terutama di jalur selatan Jawa Barat yang rawan longsor.
“Kalau titik rawan bencana, sebagaimana diinformasikan BMKG, terutama ada di selatan. Wilayah itu rawan longsor karena curah hujan atau hidrometeorologi masih cukup tinggi,” katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang melintasi jalur alternatif di wilayah selatan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan longsor.
“Bagi masyarakat yang menggunakan jalur alternatif di selatan, perlu mengantisipasi adanya longsor. Nanti juga akan ada imbauan serta informasi yang dibagikan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara di jalur Pantura, potensi genangan air atau banjir rob juga perlu diantisipasi karena adanya kenaikan muka air laut.
“Untuk Pantura tadi juga diinformasikan bahwa kemungkinan ada kenaikan air sehingga mungkin ada beberapa titik yang berpotensi banjir. Itu juga perlu kita antisipasi,” ujarnya.
Dishub Jabar juga mewaspadai munculnya pasar tumpah yang kerap terjadi menjelang Lebaran dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Beberapa pasar kemungkinan besar akan mengalami peningkatan aktivitas pada H-3 Lebaran karena banyak masyarakat melakukan kegiatan ekonomi di sana,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub Jabar bekerja sama dengan Satpol PP dan kepolisian dalam pengamanan di sekitar area pasar.
“Kami berkolaborasi dengan Satpol PP untuk memastikan masyarakat tidak menggunakan bahu jalan. Kemudian dari kepolisian akan dilakukan kanalisasi,” ujar Dhani.
Pengaturan lalu lintas di sekitar pasar akan dibuat lebih tertib agar tidak menghambat perjalanan pemudik.
“Untuk penyeberangan nanti hanya satu tempat sehingga tidak terpencar. Itu akan dibatasi menggunakan barrier tertentu supaya tidak mengganggu kelancaran jalan,” katanya.





