Serangan Tepat Sasaran! TV Nasional Iran Dibombardir, Kemampuan Rudal Teheran Anjlok Tajam

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury terus meningkat intensitasnya. Dalam perkembangan terbaru, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan presisi terhadap kantor pusat Radio dan Televisi Nasional Iran di ibu kota Teheran, yang memicu ledakan besar dan mengganggu siaran televisi nasional Iran yang sedang berlangsung secara langsung.

Laporan dari kantor berita internasional Reuters menyebutkan bahwa serangan tersebut terjadi pada 5 Maret 2026 dan menargetkan pusat komunikasi yang dianggap sebagai salah satu alat propaganda utama pemerintah Iran.

Menurut pernyataan militer Israel yang dikutip Reuters, operasi ini bertujuan untuk:

Serangan presisi tersebut menyebabkan ledakan besar yang mengguncang beberapa wilayah di Teheran, sementara gedung penyiaran nasional Iran dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Saat serangan terjadi, siaran televisi yang sedang ditayangkan secara langsung tiba-tiba terputus, menimbulkan kepanikan di kalangan pemirsa di dalam negeri. Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa fasilitas penyiaran nasional mengalami kerusakan berat dan menyatakan bahwa siaran akan dialihkan ke sistem cadangan.

Beberapa saksi mata juga melaporkan suara ledakan beruntun di sejumlah bagian ibu kota setelah serangan tersebut.

Sebelum operasi dilakukan, Israel dilaporkan telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga yang tinggal di sekitar kompleks kantor televisi nasional Iran.

Menurut Reuters, serangan terhadap fasilitas media ini merupakan bagian dari kampanye udara besar-besaran AS–Israel yang telah berlangsung beberapa hari terakhir. Operasi tersebut menargetkan berbagai instalasi strategis Iran, termasuk:

Sejak dimulainya operasi pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah melakukan lebih dari 1.500 serangan terhadap berbagai target di wilayah Iran.

Pemimpin Iran Dilaporkan Tewas, Militer Mengalami Kerugian Besar

Pada fase awal konflik, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah jenderal senior militer Iran tewas dalam serangkaian operasi pembunuhan terarah yang dilakukan dalam serangan udara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali secara terbuka menyatakan sikap keras terhadap kepemimpinan Iran.

Dalam salah satu pernyataannya, Trump mengatakan:

“Siapa pun yang mencoba menggantikan posisi kepemimpinan mereka pada akhirnya akan disingkirkan.”

Trump juga menyebut bahwa sistem rudal Iran telah dihancurkan dengan sangat cepat dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Sementara itu, militer Iran mengeluarkan pengumuman resmi ke-10 yang berisi seruan kepada:

untuk segera kembali bergabung dalam pertempuran.

Pemerintah Iran bahkan dilaporkan menyetujui sejumlah besar permohonan untuk kembali bertugas, yang menunjukkan bahwa pasukan aktif Iran kemungkinan mengalami kerugian signifikan selama konflik berlangsung.

Analis militer menilai langkah tersebut sebagai indikator serius mengenai kondisi militer Iran saat ini. Disebutkan: “Jika sebuah negara sampai harus memanggil kembali personel militer yang telah pensiun, itu berarti kepemimpinan militernya sedang mengalami pukulan yang luar biasa berat.”

Kemampuan Rudal Iran Dilaporkan Menurun Tajam

Memasuki hari kelima Operasi Epic Fury pada 5 Maret 2026, kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal balistik dilaporkan mengalami penurunan drastis.

Data militer yang dirilis oleh pihak Amerika Serikat menunjukkan bahwa:

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Cane, dalam konferensi pers di Pentagon menjelaskan bahwa militer AS menggunakan teknologi deteksi canggih untuk menghadapi serangan rudal Iran.

Sistem tersebut meliputi:

Teknologi ini mampu mendeteksi jejak panas peluncuran rudal hanya dalam hitungan detik.

Begitu sebuah rudal diluncurkan, sistem tersebut akan langsung:

  1. Melacak lintasan panas rudal dari luar angkasa
  2. Mengirim data koordinat ke unit serang
  3. Menghancurkan peluncur rudal sebelum sempat berpindah lokasi

Serangan balasan dapat dilakukan melalui berbagai platform militer, termasuk:

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, menyatakan secara tegas:

“Militer Amerika tanpa ragu dan tanpa penyesalan akan menghancurkan semua peluncur rudal yang tersisa.”

Ia menambahkan bahwa kemampuan rudal Iran saat ini telah melemah secara signifikan dan hanya menyisakan kekuatan terbatas.

Militer Israel juga menyatakan telah berhasil menghancurkan sekitar 200 hingga 300 peluncur rudal Iran selama operasi berlangsung.

Akibatnya, Iran kini tidak lagi mampu melakukan serangan rudal besar-besaran secara serentak (saturation attack) dan terpaksa menggunakan persenjataan mereka dengan sangat hati-hati.

Setiap kali sebuah peluncur rudal digunakan, posisinya segera terdeteksi oleh sistem pemantauan militer AS dan Israel, lalu dihancurkan dalam waktu singkat.

Para analis militer menggambarkan kondisi ini sebagai siklus brutal di medan perang modern:

“Meluncurkan berarti terdeteksi, terdeteksi berarti dihancurkan.”

Teknologi satelit inframerah Amerika Serikat mampu mendeteksi peluncuran rudal dalam hitungan detik, kemudian data tersebut langsung dikirim ke pesawat tempur atau sistem senjata jarak jauh.

Akibatnya, peluncur rudal Iran sering kali dihancurkan sebelum sempat berpindah lokasi.

Para komandan Iran kini menyadari bahwa setiap peluncuran rudal berisiko membuat mereka kehilangan peluncur sekaligus basis operasi hanya dalam beberapa menit.

Realitas militer yang keras ini memaksa Iran mengurangi penggunaan rudal dan drone secara drastis, sebagai upaya untuk mempertahankan sisa kemampuan militernya di tengah tekanan operasi militer besar-besaran yang masih terus berlangsung. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Agar Hemat BBM, Pramono Dorong Warga “Mudik ke Jakarta” saat Lebaran
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Melalui TLKM 30, Telkom Selaraskan Keuangan dan Efisiensi 66 Anak Usaha Jadi 20 Entitas
• 5 jam laludisway.id
thumb
KAI Divre I Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Mobilisasi 200.042 Penumpang Selama Februari 2026
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Duduk Perkara Pengeroyokan Mahasiswa Undip, Korban Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Delpedro Marhaen Cs Sujud Syukur Usai Divonis Bebas Kasus Penghasutan Demo Agustus
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.