Perannya Vital untuk Bangsa, Perempuan Masih Saja Rawan Terpapar Kekerasan

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Di tengah maraknya kasus kecanduan gawai hingga paparan pornografi pada anak, peran perempuan sangat dibutuhkan untuk mencegahnya. Meski begitu, hingga kini, perempuan masih saja rentan menjadi korban kekerasan.

Hal itu menjadi benang merah dalam seminar bertema "Peran Perempuan dalam penguatan Wawasan Kebangsaan sebagai Strategi Pencegahan Kekerasan dan Penjaga Martabat Bangsa menuju Indonesia Emas 2045" di Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang, Sabtu (7/3/2026).

Seminar itu diinisiasi Presidium Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) NTT. Tahun ini, WKRI berusia 102 tahun.

Hadir dalam acara itu antara lain Gubenur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Uskup Agung Kupang Mgr Hironimus Pakaenoni. Ada juga Ketua Presidium WKRI DPD NTT Josefina Seran Gheta serta perwakilan WKRI dari berbagai daerah, organisasi perempuan, dan perwakilan mahasiswa. 

Salah satu pembicara kunci adalah Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal (TNI) Gabriel Lema. Menurut Gabriel, perempuan adalah manifestasi ilahi.

Perempuan, kata dia, melambangkan kelembutan, kasih sayang, dan harmoni. Perempuan adalah jiwa keluarga yang menjadi pondasi. Perempuan juga disebut pendidik anak-anak dan pelindung generasi masa depan.

Selain itu, dia menyatakan, perempuan adalah rahim bangsa. "Dari rahim perempuan itulah lahir pada pemimpin bangsa. Katakan kepada rahimmu, yang ada di dalam kandunganmu itu adalah calon pemimpin bangsa di masa depan," kata Gabriel, yang juga putra NTT itu.

Dewasa ini, peran perempuan bahkan semakin penting. Di antara ancaman kecanduan gawai hingga paparan pornografi anak, judi daring dan banyak persoalan lainnya, peran aktifnya adalah kunci kesehatan mental generasi masa depan bangsa.

"Bangun optimisme dalam diri anak dengan energi positif," ucap dia.

Kekerasan perempuan 

Ketua Presidium WKRI DPD NTT Josefina Seran Gheta mengatakan, tema seminar berangkat dari keprihatinan atas realitas saat ini. Meski perannya vital, perempuan masih rentan menjadi korban kekerasan.

Oleh karena itu, untuk mengajak semua pihak menghentikan kekerasan pada perempuan, selepas seminar dilakukan deklarasi bersama. Perwakilan pemerintah, tokoh agama, WKRI, hingga mahasiswa, bergantian membaca dan menandatangi deklarasi antikekerasan pada perempuan itu.

Uskup Agung Kupang Mgr Hironimus Pakaenoni mengatakan, realitas kekerasan terhadap perempuan menjadi keprihatinan Gereja Katolik.

Kasus yang paling menonjol di NTT adalah kemiskinan struktural, migrasi yang rentan, perdagangan orang, kekerasan perempuan, bunuh diri, dan aborsi tersembunyi.

Hironimus mendorong aktivis gereja, termasuk WKRI, agar terus terlibat dalam kegiatan advokasi untuk membela hak perempuan. Sejauh ini, sudah banyak aktivis gereja yang konsisten terlibat dalam aksi itu.

"Memandang realitas di NTT bukan hanya sebagai persoalan statistik, melainkan luka pada tubuh Kristus yang hadir dalam kaum kecil dan rentan," ucap dia.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi seminar ini. Ia mengajak semua pihak agar memberikan atensi khusus mengenai kekerasan terhadap anak dan perempuan. Di NTT, sebagian besar narapidana terdata dalam kasus kekerasan perempuan dan anak.

"Di NTT, tujuh dari sepuluh napi dihukum karena kekerasan terhadap anak dan perempuan. Saya berharap agar kita memberikan atensi khusus soal ini," kata Melkiades.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Massa Aksi Rusak Pagar Kantor Wali Kota Jakarta Selatan Saat Demo Soal Tempat Hiburan Malam
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 16 dan 18 Maret
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Korban Tewas akibat Angin Kencang di Surabaya Bertambah Jadi Dua Orang dalam Sepekan
• 12 jam lalukompas.id
thumb
‎BHS Pantau Kesiapan ‎Terminal Purabaya Jelang Mudik 2026.
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Wali Kota Jaksel Berakhir Ricuh, Pagar Jebol Dirusak Massa
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.