OJK Luncurkan Roadmap Bulion 2026-2031, Ada Tokenisasi Emas

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga terkait, meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bulion 2026–2031. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, OJK terus mendorong pengembangan kegiatan usaha bulion oleh lembaga jasa keuangan, sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar keuangan nasional yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

“Selain mendorong pendalaman keuangan, kegiatan usaha bulion yang diatur oleh OJK diharapkan dapat mendukung hilirisasi di sektor emas,” ujar Dian dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026). 

Menurut Dian, penguatan ekosistem bulion memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan, perkembangan harga emas global menunjukkan potensi besar sektor ini, sebagai instrumen investasi sekaligus penguatan ekosistem bulion nasional.

“Pada saat diluncurkan yang lalu, kita ingat harga emas masih di kisaran 3.000 dolar per troy ounce."

"Dan sekarang di atas 5.000 dolar per troy ounce."

"Jadi, kalau investasi ini setahun sudah sekitar 60 persen kenaikannya,” urai Airlangga.

Airlangga menambahkan, sektor emas merupakan salah satu komoditas yang memiliki rantai nilai yang lengkap, mulai dari kegiatan pertambangan hingga berbagai produk jasa keuangan.

OJK juga telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion, untuk menindaklanjuti Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Inovasi lainnya dalam mendukung pasar emas di Indonesia adalah tokenisasi emas.

Saat ini OJK terus mendorong inovasi keuangan melalui uji coba tokenisasi emas pada sandbox, yang telah menunjukkan kemajuan luar biasa.

Sebanyak 3.750 gram emas berhasil di-tokenisasi dengan volume transaksi menembus Rp8 miliar.

Manfaat yang dapat diperoleh dari tokenisasi antara lain fraksionalisasi, efisiensi, dan transparansi.

Perkembangan kegiatan usaha bulion juga tercermin dari pengelolaan emas oleh lembaga jasa keuangan.

Per Februari 2026 mencapai 153,05 ton, berasal dari PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Berdasarkan data, PT Pegadaian mencatat kelolaan lini bisnis emas sebesar 147,8 ton pada Februari 2026, termasuk captive gadai 94 ton.

Total kelolaan Kegiatan Usaha Bulion (KUBL) sebesar 40,59 ton atau setara Rp102 triliun, yang terdiri atas tabungan emas sebesar 19,25 ton atau Rp55,05 triliun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Akhir Pekan Ini Naik Jadi Rp3.059.000 per Gram, Cek Rinciannya!

Bullion trading sebesar 15,07 ton atau sebesar Rp11,37 triliun, jasa titipan korporasi sebesar 3,7 ton atau sebesar Rp10,57 triliun, dan deposito emas sebesar sebesar 2,25 ton mencapai Rp6,4 triliun.

Sementara, BSI mencatat perdagangan emas sebesar 2,78 ton atau sebesar Rp7,9 triliun, penitipan emas sebesar 2,44 ton (Rp7,5 triliun), dan simpanan emas sebesar 26,62 kg atau mencapai Rp80,57 miliar. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Penyebab Richard Lee Langsung Ditahan
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Khofifah Percepat Normalisasi Kendaraan, Wujudkan Zero ODOL 2027
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tabrak Genangan Air, Pemotor di Bogor Terpental dan Alami Luka Berat
• 12 jam laludetik.com
thumb
Sentilan Wamendagri-Anggota DPR untuk Bupati Fadia yang Tak Paham Birokrasi
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Kejar Target Zero ODOL 2027, Jatim Perketat Pengawasan Kendaraan
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.