Pemberdayaan Bantu Perempuan Tumbuh Secara Ekonomi dan Sosial

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah operasional perusahaan. Upaya ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.

Melalui pelaksanaan program yang tersebar di 49 titik di seluruh Indonesia, sebanyak 695 perempuan mendapatkan pendampingan untuk bertumbuh secara ekonomi dan sosial. Program ini membuka ruang belajar, membangun kepercayaan diri, serta mendorong perempuan untuk melangkah lebih jauh dalam memperkuat peran mereka di keluarga dan masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun menyampaikan, momentum Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat pentingnya memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut, pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga.

“Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas secara luas,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Maret 2026. Pemberdayaan perempuan dan anak yang berkelanjutan Salah satu implementasi program andalan dilaksanakan melalui Integrated Terminal Makassar dengan inisiatif Puanmakari (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri). Program ini berawal dari shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kemudian berkembang menjadi ruang pemberdayaan perempuan serta anak yang berkelanjutan.

Puanmakari menjadi program unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan berhasil meraih PROPER Emas selama dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Baca Juga :

Ada Gejolak Global, Pasokan BBM Nasional Dijamin Aman untuk Ramadan-Idulfitri



(Penyelenggaraan Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Foto: Dok istimewa)

Sebanyak 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan melalui program ini. Shelter dan kurikulum pemberdayaan berhasil dibentuk, sementara 36 perempuan dan remaja perempuan berkembang melalui berbagai usaha produktif yang dijalankan bersama.

Dari sisi ekonomi, Sekolah Anak Percaya Diri mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp51.984.000 sementara Kelompok Srikandi menghasilkan pendapatan senilai Rp86.640.000,- dari aktivitas produktif yang dikembangkan oleh Kelompok Srikandi. Pemberdayaan perempuan melalui urban farming Sementara itu, di Kampung Atas Air, Pertamina Patra Niaga melalui Refinery Unit V Balikpapan menjalankan program Rawabening (Rain Water Harvesting and Urban Farming). Program ini mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan urban farming dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber air untuk sistem hidroponik.

Program Rawabening, mengembangkan 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam yang telah menghasilkan sekitar 8.900 bibit sayuran. Sistem pemanenan air hujan yang diterapkan mampu menciptakan efisiensi penggunaan air hingga 92.400 liter per tahun.

Kelompok perempuan dalam program ini mengembangkan tiga jenis produk olahan sayuran yang memberikan nilai tambah ekonomi. Kegiatan tersebut berhasil meningkatkan pendapatan rata-rata hingga 20,5 persen per anggota, dengan pendapatan sekitar Rp122.601 pada setiap panen. Dukungan terhadap kesehatan perempuan Kemudian melalui unit Pertamina International Shipping (PIS), dukungan terhadap kesehatan perempuan diwujudkan melalui penyelenggaraan Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program ini menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.

Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan menjangkau 726 perempuan dewasa melalui Poli Umum serta 145 perempuan dewasa melalui Poli Gigi. Selain pelayanan medis, program ini turut memperkuat kapasitas tenaga kesehatan perempuan di wilayah setempat melalui pelatihan bagi 8 bidan dalam layanan Antenatal Care (ANC) serta 4 bidan dalam pelatihan USG dasar.

Kehadiran rumah sakit kapal ini memberikan akses layanan kesehatan spesialistik yang lebih dekat bagi masyarakat. Perempuan di wilayah kepulauan kini dapat memperoleh layanan pemeriksaan kandungan, USG, hingga persalinan dengan lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan laut selama 4 hingga 5 jam ke fasilitas kesehatan di kota.

Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan pelaksanaan Program TJSL yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata, sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian perempuan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan seluruh  Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mabes TNI Buka Suara soal Beredarnya Telegram Instruksi Siaga 1 Panglima
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BFI Finance (BFIN) Catat Pembiayaan Baru Rp21,9 Triliun pada 2025, Naik 9,3%
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Meski Sudah Berumur, Mantan Rival Megawati Hangestri Ini Tunjukkan Kualitas di Liga Voli Korea dengan Rekor Mentereng
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Pimpinan BGN: Program MBG Bukan Ladang Bisnis
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Momen Hangat Keluarga Beckham di Paris Fashion Week, Brooklyn Tetap Jaga Jarak
• 6 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.