BEIRUT, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan pemerintah Ghana mengecam keras serangan terhadap markas pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan yang menyebabkan tiga personel terluka.
Serangan yang terjadi pada Jumat (6/3/2026), menghantam posisi pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Al Qawzah, Lebanon barat daya.
Tiga penjaga perdamaian asal Ghana dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Israel Kembali Gempur Lebanon, Ledakkan Hotel dan Usir Warga Beirut
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan personel PBB harus dihormati oleh semua pihak.
“Sekretaris jenderal mengecam insiden pada Jumat, 6 Maret, yang menyebabkan tiga penjaga perdamaian asal Ghana dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) terluka di dalam posisi mereka di Al Qawzah, Lebanon barat daya,” kata Dujarric dikutip dari Al Jazeera.
Ia menegaskan bahwa keamanan personel serta fasilitas PBB harus dilindungi setiap saat.
Menurutnya, pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.
“Keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB harus dihormati setiap saat, dan pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Keutuhan dan perlindungan instalasi PBB harus dihormati oleh semua pihak,” ujarnya.
Ghana Ajukan Protes ResmiPemerintah Ghana juga mengecam keras serangan tersebut dan mengajukan keluhan resmi kepada PBB.
Dalam pernyataannya, Ghana menuntut penyelidikan penuh atas insiden yang melukai pasukan penjaga perdamaian mereka.
Baca Juga: Perang Meluas! Azerbaijan Klaim Diserang Iran, Israel Kirim Pasukan ke Lebanon
Pemerintah Ghana menyatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Al Jazeera
- UNIFIL Lebanon
- serangan pasukan PBB Lebanon
- UN peacekeepers diserang
- Antonio Guterres
- Ghana UNIFIL
- konflik Israel Lebanon





