Diincar Mafia Penggelapan, Perjuangan Bos Rental Mobil Jaga Aset dan Mencari Keadilan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perasaan khawatir kerap menghantui para pengusaha rental mobil ketika menjalani bisnis yang terlihat menjanjikan keuntungan yang melimpah.

Sebab, bagi para pengusaha rental, setiap mobil yang dimiliki bukan sekadar alat usaha, melainkan aset yang dibangun dari tabungan, pinjaman, dan kerja keras selama bertahun-tahun.

Mereka berharap, mobil-mobil yang dibeli dari hasil kerja kerasnya tersebut bisa bertahan lama dan terus menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya di rumah.

Namun belakangan ini, para pengusaha rental mobil harus menghadapi ancaman nyata karena menjadi incaran para mafia penggelapan.

Para bos rental kerap tertipu modus dari para mafia yang berpura-pura menyewa mobil secara resmi dengan menyertakan sederet berkas identitas.

Baca juga: Peta Kejahatan Penggelapan Mobil Rental: Dari Mafia Nakal ke Sindikat Penadah

Setelah membuat pemilik rental percaya, para mafia dengan lenggang membawa mobil sewaan itu ke luar kota, lalu menjual atau menggadaikannya ke pihak kedua.

Tak jarang, para pemilik rental harus berjuang sendiri mencari kendaraannya yang raib dibawa kabur mafia.

Mulai dari menelusuri keberadaan pelaku, jaringan penadah, dan berburu berbagai informasi dari rekanan di berbagai kota.

Perjuangan tersebut seringkali panjang dan sangat melelahkan, sedangkan proses hukum kerap kali berjalan lambat.

Upaya menjaga aset

Salah satu warga Jakarta Utara Adi Supriyatna (40), mengaku sudah 12 tahun berkecimpung di dunia usaha rental mobil dan memiliki enam kendaraan yang aktif disewakan.

Mobil-mobil rentalnya tersebut dibeli dengan hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun, sehingga sangat ia jaga.

Tapi sayangnya, mobil yang dibeli susah payah tersebut tak henti-hentinya menjadi incaran para mafia penggelapan.

Ia mengaku, sudah tiga kali tertipu para mafia penggelapan yang membuat mobil rentalnya nyaris raib begitu saja.

Padahal, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga aset mobilnya agar tidak mudah berpindah tangan ke mafia.

Baca juga: Marak Kasus Penggelapan Mobil: Lemahnya Pengawasan dan Identitas Palsu

Salah satunya adalah dengan menyeleksi setiap calon penyewa yang hendak membawa mobilnya.

"KTP, SIM, kartu keluarga, survei rumah. Sebenarnya seleksinya sudah ketat dan ada SOP-nya enggak sembarangan tapi tetap kelolosan karena hati orang enggak bisa ditebak," tutur Adi ketika diwawancarai di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, Adi juga melengkapi setiap mobil rentalnya dengan dua GPS agar bisa selalu terdeteksi keberadaannya ketika dibawa oleh penyewa.

Kemudian, ia juga tak pernah memberikan STNK asli kepada para penyewa mobilnya agar tidak mudah dijual atau digadaikan ke pihak lain.

Biasanya, para pengusaha hanya memberikan STNK scan yang dilengkapi dengan stempel perusahaan rental.

Namun, berbagai upaya menjaga aset mobilnya kerap kali sia-sia, ia tetap kelolosan karena mafia memiliki seribu cara untuk membawa kabur kendaraan yang disewanya.

Mencari keadilan

Setiap kali mobilnya dibawa kabur, para pengusaha rental berusaha untuk mencari keadilan untuk merebut kembali kendaraannya itu.

Hal itu pula yang dilakukan Adi ketika tertipu oleh salah satu mafia berinisial S yang berhasil membawa kabur mobil rentalnya merek Daihatsu All New Terios 2023 berwarna silver.

Peristiwa terjadi sekitar tahun 2024 ketika S datang ke tempat usaha rental mobil Adi untuk menyewa mobil tersebut secara bulanan.

S pun membayar sewa mobil ke Adi sebesar Rp 7,5 juta untuk satu bulan karena ingin membawanya ke kampung halaman di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

"Bulan kedua dia konfirmasi ke saya izin dilanjut satu bulan lagi karena dia masih ada acara di kampung di Madura, karena posisi mobilnya di Madura saja, ya, sudah, bayar lah buat bulan keduanya," ungkap Adi.

Baca juga: Polisi di Tangerang Gadaikan Mobil Rental Rp 25 Juta

Menjelang tiga hari kontrak sewanya habis, warga Jakarta Utara tersebut berusaha menghubungi S, namun nomornya sudah tidak lagi aktif.

Adi pun langsung bergegas mendatangi S ke kediamannya yang berada di sekitar Monas, Jakarta Pusat, namun pelaku tak ditemukan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah keberadaan S tak ditemukan di Jakarta, ia memutuskan untuk ke Pamekasan dan meminta salah satu pendampingan dari oknum polisi di sana agar bisa menjadi penengah ketika terjadi keributan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bazar Raya Surabaya Hadirkan 75 Tenant, Dongkrak Daya Beli Masyarakat
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Daging Sapi di Pasar Ciawi Bogor Tembus Rp150 Ribu per Kilogram
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
ABK di Batam Tak Dijatuhi Hukuman Mati, Gus Falah Apresiasi Kebijaksanaan Hakim
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Dishub Jabar Petakan Titik Rawan Macet dan Bencana di Jalur Mudik Lebaran 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Bakal Suntik Lagi Dana Pemerintah Rp100 Triliun ke Himbara
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.