FAJAR, MAKASSAR —Setiap kader yang ingin maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhidin M Said, menegaskan hal tersebut saat menghadiri kegiatan konsolidasi partai di Makassar.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, yang turut dihadiri para pengurus DPD II serta jajaran pengurus Partai Golkar se-Sulawesi Selatan.
Anggota DPR RI itu menjelaskan, restu dari Ketua Umum menjadi salah satu faktor penting dalam proses pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel.
“Siapa pun kader yang ingin maju pada Musda nanti harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar,” kata Muhidin dalam sambutannya.
Berdasarkan dinamika politik Partai Golkar pasca Munas XI 2024, Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029 memiliki pengaruh yang sangat kuat dan dominan dalam penentuan kepengurusan di tingkat provinsi.
Sejauh ini, figur-figur yang ingin maju dalam Musda DPD I secara terbuka menyatakan menunggu atau meminta restu dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.
Sebagai orang nomor satu di Partai Golkar, Bahlil memang memiliki kewenangan besar dalam menentukan kepengurusan, baik di DPP maupun DPD.
Makanya, pengurus-pengurus DPD II, termasuk di Sulsel menegaskan bahwa mereka akan mengikuti arah dukungan yang diberikan Bahlil.
Siapa pun yang mendapat restu Bahlil, maka mereka akan mengarahkan suaranya kepada calon tersebut. Ini demi menjaga kekompakan dan soliditas partai.
Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan sendiri direncanakan berlangsung pada akhir Maret ini.
Musda tersebut nantinya bukan hanya menentukan kepemimpinan baru, tapi juga menjadi forum penting bagi Partai Golkar Sulsel untuk memperkuat konsolidasi partai menjelang agenda politik mendatang.
Muhidin pun berharap seluruh kader dan pengurus Golkar di Sulawesi Selatan dapat menjaga soliditas serta terus memperkuat koordinasi di tingkat daerah.
Musda Golkar Sulsel mendatang menjadi momentum penting bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk memperkuat barisan demi merebut kembali kejayaan di wilayah ini.
Seperti diketahui, pada pemilu 2024 lalu, Golkar kehilangan kursi ketua DPRD Sulsel. Makanya, kepengurusan mendatang diharapkan bisa bekerja dengan baik agar bisa kembali menjadi pemenang pada 2029. (amr)





