JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Pramono Anung mengatakan, banjir di Jakarta tidak bisa sepenuhnya ditangani meski normalisasi sungai terus dilakukan.
Menurut Pramono, normalisasi yang sudah dilakukan di Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut hanya dapat mengurani banjir.
"Dan kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta. Tetapi kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta, enggak mungkin," kata Pramono di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Pramono: Hujan Jakarta Sangat Tinggi, Banjir Bisa Datang dari Bogor-Tangerang
Terlebih, Pramono menegaskan, permukaan air laut saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di Jakarta.
"Karena permukaan air lautnya sekarang ini sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta," tambahnya.
Adapun Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 75 rukun tetangga yang tergenang banjir pada Minggu.
Berdasarkan keterangan resmi dari BPBD DKI Jakarta, data tersebut berdasarkan pemantauan hingga pukul 08.00 WIB.
Baca juga: Pramono Buka Puasa Bareng Golkar DKI: Sudah Merasa Seperti di Rumah Sendiri
Wilayah RT yang terendam banjir berada di Jakarta Barat (22 RT), Jakarta Selatan (22 RT) dan Jakarta Timur (31 RT).
BPBD DKI menyebut banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan karena curah hujan yang tinggi sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang