BGN Tegaskan Tak Semua Cerita dan Video soal MBG di Medsos Itu Benar

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyoroti berbagai isu yang kerap muncul di ruang publik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sejumlah kejadian memang terjadi di lapangan, namun tidak jarang narasinya berkembang secara berlebihan bahkan menjadi hoaks.

Dia mencontohkan salah satu menu Program MBG yang sempat viral di media sosial karena disebut hanya berisi mie dan satu buah pisang. 

Baca Juga :
Waka BGN: Pak Prabowo Anggap MBG Bukan Ladang Bisnis
MBG Dinilai Bukan Hanya Perbaikan Gizi, tapi Menjaga Ketahanan Bangsa

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Photo :
  • Antara

Hal tersebut dia kemukakan dalam workshop bertajuk Penguatan Strategi Komunikasi dan Implementasi Kehumasan kepada lebih dari 1.400 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang terdiri atas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pengawas Keuangan, serta Pengawas Gizi di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.

"Namun, setelah dikonfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah penerima manfaat, ternyata menu tersebut juga dilengkapi dengan ayam," kata Nanik dikutip Minggu, 8 Maret 2026.

Contoh lain adalah video yang ramai beredar mengenai penolakan Program MBG di MTs 4 dan MAN 8 di Cilincing, Jakarta Utara. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa di wilayah Cilincing tidak terdapat sekolah dengan nama MTs 4 maupun MAN 8.

Nanik juga mencontohkan beberapa peristiwa yang sempat ramai diperbincangkan, seperti dugaan temuan benda asing dalam makanan hingga isu keracunan massal di sejumlah daerah. Setelah ditelusuri, beberapa kejadian tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan narasi yang beredar di media sosial.

Dia pun kembali mencontohkan kasus yang sempat ramai di Purworejo, yang awalnya dikaitkan dengan MBG, namun setelah ditelusuri ternyata berkaitan dengan konsumsi makanan dari acara hajatan masyarakat.

Lebih lanjut, Nanik menekankan bahwa pengelolaan makanan dalam jumlah besar memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan tingkat kematangan dan standar kebersihan. Karena itu, seluruh pengelola SPPG diminta untuk memperhatikan secara ketat proses pengolahan makanan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

"Ini sudah masaknya pakai ini ono ini, ya kan, sudah pakai alat modern tapi masih ada keracunan, ya kan? Sebetulnya bukan keracunan, kalau menurut saya adalah lebih pada sistem tata Kelola," ujarnya.

Baca Juga :
BGN Bilang Insentif Rp6 Juta Per Hari Diberikan Sama Rata ke SPPG buat Kualitas MBG
BGN Wajibkan SPPG Punya TikTok hingga Instagram, Supaya MBG Bisa Diawasi Masyarakat
Purbaya Jamin Program MBG Tak Akan Kurangi Anggaran Pendidikan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sindikat STNK-BPKB Palsu Terbongkar! Korlantas Polri Sita 20 Ribu Dokumen dan Puluhan Mobil Bodong
• 5 jam laludisway.id
thumb
IHSG Senin dibuka melemah 211,38 poin ke 7.374,31
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek di Awal Pekan: Waspada Hujan dan Angin Kencang
• 7 jam laluokezone.com
thumb
BGN Temukan 78 SPPG di Solo Raya Tak Jalankan Juknis Operasional
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Titip Pesan ke DPR: Orang Kecil Berperkara, Harus Dapat Keadilan
• 34 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.