Jakarta: Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bekerja sama dengan Magdalene dan Inspire Indonesia menggelar diskusi komunitas untuk menutup rangkaian kampanye “Breaking Barriers, Building Future #KickOutGBV” di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah ahli, pendidik, pelajar, serta komunitas olahraga untuk membahas peran sepak bola sebagai medium dalam mempromosikan kesetaraan gender serta upaya memberantas kekerasan berbasis gender (KBG). Diskusi juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang olahraga yang aman dan inklusif bagi perempuan.
Sepak bola merupakan salah satu olahraga paling populer di Indonesia, namun hingga kini masih didominasi laki-laki. Meski demikian, perkembangan sepak bola perempuan terus menunjukkan pertumbuhan.
Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI), yang didirikan pada 2017, mencatat terdapat 171 tim sepak bola perempuan di berbagai daerah di Indonesia. Data tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi perempuan dalam olahraga ini.
Meski begitu, sejumlah tantangan masih dihadapi perempuan di dunia sepak bola, mulai dari keterbatasan akses terhadap pelatihan berkualitas, kurangnya pengakuan, hingga risiko kekerasan dan pelecehan seksual.
Sebagai bagian dari kemitraan Kedutaan Inggris dengan Inspire Indonesia dalam kampanye #KickOutGBV, enam klinik sepak bola telah diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 600 remaja perempuan dan laki-laki, dengan setiap sesi menggabungkan pelatihan sepak bola serta edukasi mengenai kekerasan berbasis gender.
Mengusung tema “Breaking Barriers, Building Future” (Mendobrak Hambatan, Membangun Masa Depan), kampanye ini menyoroti pentingnya mengatasi hambatan sosial dan budaya yang membatasi perempuan dan anak perempuan, sekaligus membangun ruang yang lebih aman dan inklusif agar mereka dapat berkembang. Kekerasan Berbasis Gender Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, mengatakan sepak bola dapat menjadi sarana efektif untuk mendorong kesetaraan.
“Sebagai olahraga yang sangat digemari di Indonesia maupun Inggris, sepak bola dapat menjadi wadah yang menjanjikan untuk melawan stereotip, mendorong kepemimpinan perempuan, dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, terutama di bidang yang selama ini didominasi laki-laki,” kata Dubes Jermey, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Inggris dan Indonesia.
“Acara ini bukan sekadar perayaan; ini adalah seruan untuk bertindak. Inggris menempatkan perempuan dan anak perempuan di jantung kebijakan kami," ujar Dubes Jermey.
"Melalui Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang semakin erat, yang diluncurkan awal tahun ini oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer, kami bangga dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk memajukan kesetaraan dan mengatasi kekerasan berbasis gender."
"Maju terus perempuan dan anak perempuan Indonesia,” serunya.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Irjen Pol (Purn) Desy Andriani, menilai kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dan anak merupakan tantangan global yang membutuhkan solusi inovatif dan inklusif.
“Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dan anak adalah tantangan global yang membutuhkan solusi yang inovatif dan inklusif. Dengan berkolaborasi lintas sektor, memanfaatkan teknologi, dan terus memperbarui pendekatan, kita dapat menciptakan dunia di mana perempuan dan anak bebas dari kekerasan dan dapat hidup dengan martabat dan aman,” katanya.
Ia juga mendorong para pemangku kepentingan di bidang olahraga untuk memastikan perlindungan bagi perempuan dan anak dalam ekosistem sepak bola. Pledge Ball Ceremony Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Rr Sri Agustini, mengatakan peningkatan kesadaran publik tentang kesetaraan gender dalam sepak bola penting untuk menciptakan ruang yang aman dan inklusif bagi perempuan.
“Kesadaran publik mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam bidang sepak bola dapat menciptakan ruang sepak bola perempuan yang aman, inklusif, dan diakui keberadaannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, federasi sepak bola, komunitas, media hingga masyarakat, perlu bersama-sama memastikan sepak bola perempuan di Indonesia bebas dari kekerasan berbasis gender dan diskriminasi.
Dalam acara tersebut, para peserta juga mengikuti Pledge Ball Ceremony, yakni penandatanganan komitmen bersama dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas olahraga, pendidik, serta pemimpin muda untuk mempromosikan kesetaraan gender di bidang masing-masing.
Komitmen tersebut menjadi simbol tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan saling menghormati, sehingga perempuan dan anak perempuan dapat berpartisipasi dengan percaya diri serta mengembangkan potensi mereka, baik dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Ketimpangan Gender dalam Kehidupan Bernegara Harus segera Diatasi




