TABLOIDBINTANG.COM - Jennifer Lopez baru-baru ini berbicara terbuka tentang dampak emosional dari perceraiannya dengan Marc Anthony. Penyanyi sekaligus aktris itu menyebut perpisahan tersebut sebagai salah satu masa paling sulit dalam hidupnya.
Dalam sebuah wawancara terbaru, Lopez mengenang berakhirnya pernikahan mereka yang berlangsung tujuh tahun, sekaligus menceritakan bagaimana ia dan Anthony kini menjalani peran sebagai orang tua bagi anak kembar mereka, Max dan Emme.
Lopez dan Anthony menikah secara diam-diam di rumah Lopez di Beverly Hills pada Juni 2004, hanya beberapa bulan setelah putus dengan Ben Affleck.
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2008, pasangan ini dianugerahi anak kembar, Max dan Emme Muñiz. Kehadiran keduanya menjadi salah satu momen paling bahagia dalam kehidupan Lopez di tengah kesibukan karier mereka di dunia hiburan.
Dalam wawancara dengan majalah Latina pada 2010, Lopez bahkan pernah menggambarkan hubungan mereka sebagai ikatan yang sangat dalam.
“Yang terpenting, kami saling mencintai. Benar-benar mencintai satu sama lain dengan cara yang sangat dalam dan bermakna, bukan sekadar hubungan yang dangkal,” ujarnya saat itu.
Namun seiring waktu, hubungan mereka mulai diwarnai ketegangan. Perbedaan prioritas dan pertengkaran yang terus-menerus disebut menjadi salah satu penyebab retaknya rumah tangga mereka.
Pada Juli 2011, Lopez dan Anthony akhirnya mengumumkan perpisahan melalui pernyataan bersama yang dilaporkan oleh E! News. Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang sangat sulit, namun diambil secara damai.
Anthony kemudian resmi mengajukan gugatan cerai pada April 2012 dengan alasan perbedaan yang tidak dapat didamaikan. Proses perceraian itu baru benar-benar selesai pada Desember 2013. Lopez akhirnya mendapatkan hak asuh utama atas anak-anak mereka, tanpa adanya kewajiban tunjangan anak maupun pasangan.
Dalam wawancara dengan E! Online, Lopez mengaku masa setelah perpisahan menjadi periode yang sangat berat bagi dirinya. Ia juga menuliskan kisah tersebut dalam memoarnya yang terbit pada 2014, True Love.
Dalam buku itu, Lopez menceritakan momen ketika ia akhirnya menyadari hubungan mereka tidak lagi berjalan baik.
Ia mengaku pernah mengatakan kepada Anthony bahwa mereka tidak lagi hidup seperti keluarga dan bahwa situasi tersebut tidak membuat siapa pun bahagia, termasuk anak-anak mereka.
Lopez juga mengungkap bahwa pada masa itu ia sempat kesulitan mencintai dirinya sendiri dan sering mencari pengakuan dari orang lain.
Sementara itu, Anthony dalam wawancara dengan Billboard mengatakan bahwa keputusan untuk berpisah merupakan kesadaran bersama. Ia juga membantah rumor yang menyebut dirinya cemburu pada kesuksesan Lopez.
Menurut Anthony, sejak awal ia selalu mendukung karier Lopez dan percaya mereka akan tetap saling terhubung dalam kehidupan masing-masing untuk waktu yang lama.
Tetap kompak sebagai orang tua
Meski melalui masa sulit, Lopez mengatakan hubungannya dengan Anthony kini jauh lebih baik, terutama dalam hal membesarkan anak-anak mereka.
Kepada majalah People, Lopez mengaku sempat khawatir jika bekerja bersama Anthony lagi justru akan memicu konflik lama.
Namun kekhawatiran itu tidak terbukti. Keduanya bahkan sempat kembali bekerja sama dalam proyek seperti Q’Viva! The Chosen.
Kini, Max dan Emme telah berusia 18 tahun, dan Lopez merasa pengalaman masa lalunya justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat.
Dalam bukunya, Lopez menulis bahwa ia tidak akan mengubah apa pun dari masa lalunya karena semua pengalaman tersebut telah membentuk dirinya seperti sekarang. Kisahnya dengan Anthony pun menjadi contoh bagaimana pasangan yang berpisah tetap bisa menjalani hubungan yang sehat demi anak-anak mereka, meski berada di bawah sorotan publik.




