Pantau - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman menerima panggilan telepon dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menyampaikan kecaman terhadap serangan Iran yang menargetkan wilayah Arab Saudi.
Dalam percakapan tersebut, Presiden Ukraina juga menyatakan solidaritas dan dukungan negaranya kepada Arab Saudi dalam upaya melindungi wilayahnya dari serangan.
Kedua pemimpin turut membahas eskalasi militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Mereka juga menyoroti dampak konflik tersebut terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Sebelumnya sejumlah negara turut mengecam serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran.
Negara-negara tersebut antara lain Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, serta Amerika Serikat.
Serangan itu disebut menargetkan wilayah kedaulatan beberapa negara termasuk wilayah Kurdistan di Irak.
Aksi tersebut dinilai membahayakan warga sipil serta merusak infrastruktur sipil.
Negara-negara yang mengecam serangan tersebut menilai tindakan Iran sebagai bentuk eskalasi berbahaya di kawasan.
Serangan itu dianggap melanggar kedaulatan negara lain serta mengancam stabilitas regional.
Mereka juga menegaskan bahwa menargetkan warga sipil dan negara yang tidak terlibat konflik merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut menyatakan komitmen untuk melindungi warga, kedaulatan, dan wilayah masing-masing.
Mereka juga menegaskan hak untuk membela diri dari serangan yang terjadi.
Selain itu negara-negara tersebut memuji kerja sama sistem pertahanan udara dan rudal yang dinilai berhasil mencegah kerusakan yang lebih besar.




