China tegaskan Eropa sebagai mitra

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menegaskan sikapnya sebagai mitra bagi negara-negara Eropa dan bukan kompetitor

"Kami selalu berpendapat bahwa Eropa adalah kutub yang sewajarnya dalam tatanan multipolar. Eropa merupakan kekuatan penting yang menjaga stabilitas tatanan internasional sekaligus mitra kunci dalam mewujudkan modernisasi ala China," kata Menteri Luar Negeri Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu.

Jika hubungan China-Eropa ingin berjalan stabil dan baik, Wang Yi menyebut kuncinya adalah Eropa harus membangun pemahaman yang benar terhadap China.

"Kami mencatat bahwa semakin banyak kalangan di Eropa yang menyadari bahwa China bukanlah pesaing, melainkan mitra global, khususnya generasi muda yang memandang China dengan lebih objektif dan lebih positif," ungkap Wang Yi.

Hakikat hubungan ekonomi dan perdagangan China-Eropa, kata Wang Yi adalah saling melengkapi keunggulan, dan sepenuhnya dapat mencapai keseimbangan dinamis dalam proses pembangunan.

"Fakta kerja sama China-Eropa menunjukkan bahwa saling ketergantungan bukanlah risiko, pertautan kepentingan bukanlah ancaman, kerja sama terbuka tidak akan merusak keamanan ekonomi, sedangkan membangun tembok dan hambatan hanya akan mengisolasi diri sendiri," jelas Wang Yi.

China, kata Wang Yi, senang melihat sahabat-sahabat Eropa keluar dari "atap kecil" proteksionisme dan datang ke "pusat keramaian" pasar China untuk memperkuat diri dan meningkatkan daya saing di sini.

Keeratan hubungan China dan Eropa setidaknya juga ditunjukkan dengan banyaknya kunjungan sejumlah pemimpin negara dari Eropa ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Para pemimpin itu adalah Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 25-26 Februari 2026, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 28-31 Januari 2026, Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo pada 24-29 Januari 2026.

Selanjutnya ada Perdana Menteri Irlandia Michael Martin pada 4-8 Januari 2026, Presiden Perancis Emmanuel Macron pada 3-5 Desember 2025, maupun Raja Spanyol Felipe VI pada 10-13 November 2025.

Baca juga: Kereta barang China-Eropa koridor timur catat rekor perjalanan

Baca juga: China tak ingin beri saran hubungan AS dan Eropa yang memanas

Baca juga: China dan Uni Eropa sepakati harga ekspor kendaraan listrik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lusa, Sidang Putusan Praperadilan Gus Yaqut Digelar di PN Jaksel
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Penjelasan Pramono Anung soal Masih Terjadi Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta
• 18 menit laluliputan6.com
thumb
Mobil Pajero Terjebak 1,5 Jam di Jalur Jip Lava Tour Merapi Imbas Banjir
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pupuk Indonesia Apresiasi Kios dan Petani Sulawesi Lewat Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Mitra BGN di Sukabumi Urunan untuk Benahi Sekolah yang Rusak
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.