Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran melayangkan kecaman keras terhadap serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm, Iran selatan.
Sebelumnya pada Jumat (6/3/2026), AS dilaporkan telah menghancurkan salah satu fasilitas desalinasi air tawar Iran dengan meluncurkan rudal dari pangkalan di Juffair, Bahrain.
“AS melakukan kejahatan yang terang-terangan dan nekat dengan menyerang fasilitas desalinasi air tawar di Pulau Qeshm. Pasokan air di 30 desa terdampak,” ujar Araghchi dikutip dari Antara pada Minggu (8/3/2026).
Ia menekankan bahwa menyerang infrastruktur Iran sama halnya dengan mengambil langkah berbahaya yang akan mendapat konsekuensi serius.
Desalinasi sendiri adalah infrastruktur yang digunakan untuk proses menghilangkan kadar garam dari air tawar, sehingga air tersebut dapat dikomsumsi oleh makhluk hidup.
Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen Iran menyebut serangan tersebut dilakukan dengan dukungan dari salah satu pangkalan udara di negara tetangga di bagian selatan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah membalas serangan dengan konsekuensi serius yang dimaksud dengan menyerang pangkalan AS di Bahrain menggunakan rudal berpemandu presisi berbahan bakar padat dan cair.
Untuk diketahui, pada 28 Februari lalu Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran yang dibalas dengan melayangkan gelombang serangan rudal serta drone kepada pihak AS dan Israel. (ant/mar/saf/ham)




