Purbaya Ungkap Beban APBN untuk Bayar Utang Whoosh Tak Besar

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah akan tetap memenuhi kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung alias Whoosh, meskipun tengah ada risiko tekanan bagi APBN akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026). Hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent tercatat di US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel.

Harga minyak mentah dunia yang naik di atas asumsi makroekonomi dalam APBN berpotensi ikut mengerek defisit. Namun, Purbaya memastikan, meski risiko itu ada, APBN masih memiliki banyak ruang untuk memenuhi kewajibannya, termasuk terkait utang proyek Woosh ke China yang tidak terlalu besar.


Baca: Tiket Whoosh Dilego Murah Lagi, Tarif Jakarta-Bandung Cuma Segini

"Ya enggak apa-apa, kan enggak gede-gede amat," kata Purbaya di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Kendati demikian, Purbaya belum mengungkapkan seberapa besar bebang utang proyek pembangunan Woosh yang akan ditanggung APBN. Termasuk beban utang proyek keseluruhannya.

Ia hanya menegaskan bahwa isu utang proyek belum ada lanjutan pembahasannya hingga kini di pemerintah.

"Nanti kita lihat ya gimananya. Tapi belum (belum ada pembahasan)," tutur Purbaya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan pemerintah telah memberikan solusi yang dijamin oleh Presiden Prabowo Subianto, terkait penyelesaian utang Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung.

Baca: Motis Lebaran 2026 Dibuka, Ini Cara-Tanggal Daftar & Rute-Syaratnya

"Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).

Prabowo juga memang pernah menekankan, pemerintah harus membayar senilai Rp 1,2 triliun per tahun untuk memenuhi kewajiban penyelesaian proyek itu ke China.

Menurutnya, hal itu sebanding dengan banyak manfaat yang didapatkan rakyat dari proyek kereta cepat ini. Seperti mengurangi kemacetan, polusi, hingga transfer teknologi yang canggih dari China.

Bobby menyebut, terkait dengan tata pelaksanaannya pembayaran utang proyek Whoosh, masih dibahas dengan pemerintah dan sedang dirumuskan finalisasinya.

"Tata laksananya lagi dibicarakan dengan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, saat ini Danantara tengah melakukan negosiasi pada tahap akhir dengan pihak China terkait penyelesaian utang Whoosh.

"Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara masih finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh pak Rosan sebagai CEO Danantara," kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Purbaya Ungkap Efek Jika Harga Minyak Dunia Terus Terbang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panic Buying Tak Cuma di Aceh: Warga Australia, UK dan Korea Selatan Rebutan BBM
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sopir Taksi Ditangkap Usai Rekam & Ancam Perempuan di Toilet Bandara Ngurah Rai
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
5 Potret kesetiaan ibunda mendampingi Vidi Aldiano pengobatan sampai berpulang
• 1 jam lalubrilio.net
thumb
Riuh Sorak! Anggota Komisi III Beri Saran ke Polda Jawa Tengah: Kapan Bos BLN Nicholas Tersangka?
• 52 menit lalukompas.tv
thumb
Indonesia dorong aksi pengelolaan hutan global dalam FCLP di Kenya
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.