Mengenal 8 Program Asta Karya untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) melahirkan sejumlah rekomendasi strategis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang digelar pada 6-7 Maret 2026 di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta.
 
Salah satu keputusan utama adalah peluncuran delapan program unggulan yang dirangkum dalam konsep Asta Karya sebagai langkah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
 
Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian, menjelaskan konsep Asta Karya merupakan delapan program prioritas yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
 
"Asta Karya adalah program unggulan Gekrafs. Di dalamnya ada bagaimana IP Financing, perlindungan kekayaan intelektual, akses permodalan, regional creative hub, hingga bagaimana kita mendorong upah minimum bagi pejuang ekonomi kreatif ketika berkarya," ujar Kawendra, dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Maret 2026.
 
Ia menegaskan, upaya tersebut dilakukan agar para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan penghargaan yang layak atas karya mereka.
 
"Jadi betul-betul dihargai, tidak sekadar ala kadarnya, tetapi apresiasi yang nyata bagi para pejuang ekonomi kreatif," tambah dia.
 
Memasuki tahun ketujuh sejak berdiri, Gekrafs terus mengalami perkembangan signifikan. Kawendra mengungkapkan jumlah anggota komunitas kreatif yang tergabung dalam organisasi tersebut kini telah mencapai hampir 40 ribu anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Meski jumlah anggota terus bertambah, ia menekankan fokus utama Gekrafs bukan sekadar memperbesar organisasi, melainkan memastikan keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi pelaku industri kreatif.
 
"Gekrafs harus menjadi organisasi yang memberi manfaat, bukan sekadar organisasi gaya-gayaan, tetapi organisasi yang menebar kebermanfaatan bagi para pelaku ekonomi kreatif," tutur dia.
 
Hasil Rakernas tersebut juga telah disampaikan kepada jajaran pembina, penasehat organisasi, hingga Menteri Ekonomi Kreatif sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah.
 
"Program utama kita adalah delapan program unggulan yang kita rangkum dalam Asta Karya. Hasil Rakernas 2026 ini kami laporkan kepada pembina, penasehat, hingga Menteri Ekonomi Kreatif sebagai rekomendasi yang diharapkan dapat diimplementasikan pemerintah," jelas Kawendra.
 
Menurut dia, berbagai program tersebut dirancang untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah agar mendapatkan solusi nyata dalam menghadapi tantangan industri.

 
Tantangan global jadi pemicu kreativitas
 
Kawendra menilai kondisi ekonomi global yang penuh tantangan justru dapat menjadi momentum bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berinovasi.
 
"Situasi global seperti sekarang justru menjadi ruang yang menarik bagi para pejuang ekonomi kreatif. Kreativitas kita akan terpancing untuk mencari solusi terbaik menghadapi berbagai tantangan," kata dia.
 
Selain program unggulan, Gekrafs juga telah menyiapkan agenda tahunan berupa High Rapnas yang akan digelar pada 24 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh dengan berbagai program dan aktivitas ekonomi kreatif.
 
Ketua Panitia Rakernas Gekrafs 2026, Tommy William Tampubolon, menjelaskan penguatan struktur organisasi juga menjadi prioritas penting, baik di tingkat daerah maupun internasional.
 
"Kami terus memperkuat kepengurusan di dalam negeri dan juga memperluas jaringan di luar negeri. Tahun ini kami juga berencana kembali mengukuhkan beberapa Dewan Perwakilan Luar Negeri di sejumlah negara," ujar dia.
 
Saat ini jaringan Gekrafs telah terbentuk di seluruh provinsi di Indonesia serta hampir 300 kabupaten/kota. Sementara perwakilan luar negeri telah hadir di sekitar 12 negara dan akan diperluas ke Rusia, Tiongkok, Afrika Selatan, dan Azerbaijan.
 
Delapan Program Asta Karya
 
Delapan program utama yang diluncurkan dalam konsep Asta Karya antara lain:
 
  1. Creative Equity Funding Acceleration (CEFA): akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.
  2. Digital IP Protection Licensing and Ecosystem (DIPPLE): perlindungan dan pengelolaan hak kekayaan intelektual.
  3. National Gastronomy Diplomacy Documentation Initiative (GANDI): diplomasi gastronomi untuk mempromosikan kuliner Indonesia di tingkat global.
  4. Youth Inclusive Talent Mobilization (YOTEM): pemberdayaan talenta muda termasuk kelompok difabel atau "bisabilitas".
  5. Artist Right to Pay and Honorarium (ARTPAY): peningkatan kesejahteraan dan standar apresiasi bagi pekerja seni.
  6. Digital Market Penetration Literacy Program (DIMAP): literasi penetrasi pasar digital bagi pelaku kreatif.
  7. Regional Creative Hub (RECHUB): transformasi sekretariat daerah menjadi pusat kolaborasi komunitas kreatif.
  8. Global Outreach and Diaspora Engagement (GLOBE): penguatan jejaring global dengan diaspora Indonesia.
 
Ketua Dewan Pembina Gekrafs Sandiaga Uno menegaskan ekonomi kreatif harus menjadi masa depan ekonomi Indonesia.
 
"Gekrafs didirikan dengan semangat menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan ekonomi Indonesia. Rakernas ini menjadi momentum untuk mempercepat karya dan inovasi," ujar dia.
 
Menurut dia, ekonomi kreatif harus mampu menjangkau generasi muda dengan produk berkualitas global namun tetap terjangkau dan berakar pada kearifan lokal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan Tugboat di Selat Hormuz: 3 WNI Hilang, 1 ABK Alami Luka Bakar
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
BGN Tutup Sementara Ratusan SPPG di Sumatera, Ini Alasannya
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Hubungan Memanas, Keir Starmer dan Donald Trump Bicara Telepon untuk Pertama Kali
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pramono: Banjir di Jakarta Tak Akan Hilang Meski Normalisasi Sungai Rampung!
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Dokter Kamelia Akui Sudah Putus dari Ammar Zoni 
• 6 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.