Pantau - Kehadiran Pabrik Ciomy di Desa Mekargalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat sejak 2018 membawa dinamika baru bagi masyarakat sekitar dengan membuka lapangan kerja serta mendorong aktivitas ekonomi desa.
Setiap pagi sejumlah warga melintas menuju kawasan industri kecil di pinggir desa, termasuk para pekerja muda yang memulai aktivitas kerja mereka di pabrik tersebut.
Sebagian besar pekerja berasal dari wilayah Garut dengan lebih dari 90 persen karyawan merupakan warga lokal.
Lebih dari 30 persen di antaranya berasal langsung dari Desa Mekargalih dan wilayah sekitarnya.
Banyak pekerja berada dalam rentang usia 19 hingga 23 tahun dan merupakan lulusan baru sekolah menengah maupun perguruan tinggi di Garut.
Lulusan tersebut berasal dari berbagai lembaga pendidikan seperti SMK Negeri 1 Garut, SMK 12, MAN 2, MAN Al Falah, STAI PERSIS, serta Universitas Garut.
Bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan kecil, kesempatan bekerja di daerah sendiri menjadi peluang baru bagi banyak keluarga.
Aktivitas Industri Dorong Ekonomi LokalKehadiran pabrik juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar desa.
Warung makan yang melayani kebutuhan karyawan mulai bermunculan di sekitar kawasan industri.
Sejumlah usaha rumahan yang sebelumnya hanya melayani warga sekitar kini memiliki pasar tambahan dari aktivitas pabrik.
Beberapa pelaku UMKM lokal juga terlibat dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan seperti penyediaan makanan bagi karyawan serta kebutuhan produksi lainnya.
Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan adalah program berbagi kue setiap hari Jumat ke masjid-masjid sekitar desa.
Kue-kue tersebut dibeli dari warga yang memiliki usaha rumahan sehingga memberikan tambahan pemasukan bagi pelaku usaha kecil.
Kegiatan tersebut juga membantu memperkenalkan produk usaha rumahan kepada masyarakat yang lebih luas.
Pengelolaan Lingkungan dan Program SosialDi sisi lain pertumbuhan industri juga membawa tantangan yang perlu dikelola dengan hati-hati, terutama terkait dampak terhadap lingkungan dan lahan pertanian.
Untuk mengurangi dampak terhadap lahan pertanian, perusahaan melakukan langkah mitigasi dengan membeli lahan sawah di wilayah lain sebagai area pengganti.
Lahan tersebut kemudian dikelola dengan melibatkan masyarakat sekitar agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Pengelolaan limbah industri dilakukan dengan mengikuti standar regulasi lingkungan yang berlaku.
Selain itu dilakukan program penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar kawasan industri.
Hubungan antara perusahaan dan masyarakat juga dibangun melalui berbagai kegiatan sosial seperti membersihkan dan memakmurkan masjid serta mendukung kegiatan keagamaan warga.
Program sosial lainnya menjangkau sekitar 700 kepala keluarga melalui pembagian sembako.
Perusahaan juga memberikan dukungan kepada kegiatan pesantren serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Selain itu pabrik melibatkan sejumlah penyandang disabilitas dalam aktivitas kerja seperti pemasaran dan operasional gudang.
Perusahaan juga mendukung pembangunan fasilitas sosial di sekitar wilayah pabrik termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Direktur PT Amanah Persada Alam yang menaungi merek Ciomy, Purnama Alam, menyatakan usaha yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi bisnis tetapi juga bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai bisnis dapat menjadi sarana menghadirkan nilai kebaikan apabila dijalankan dengan integritas dan kepatuhan terhadap aturan.
Purnama Alam juga menegaskan perusahaan terus belajar dari masukan masyarakat agar kegiatan usaha berjalan selaras dengan lingkungan sekitar.
Kisah dari Desa Mekargalih menunjukkan bahwa hubungan antara industri dan masyarakat dapat berjalan saling menguatkan melalui lapangan kerja bagi generasi muda, peluang usaha bagi UMKM, serta berbagai kegiatan sosial yang memperkuat ekosistem ekonomi lokal.




