BREBES, iNews.id – Bencana tanah longsor menerjang wilayah Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (8/3/2026). Akibat kejadian itu, gedung SMP Muhammadiyah Cilibur dilaporkan ambruk dan terseret material longsoran.
Detik-detik mencekam saat bangunan sekolah tersebut runtuh sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak sebagian bangunan sekolah tak kuasa menahan pergeseran tanah hingga akhirnya ambruk ke jurang bersama material tanah.
Dampak longsor ini tidak hanya menghancurkan fasilitas pendidikan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Material longsoran menutup akses jalan desa yang menghubungkan Cilibur menuju Beran.
Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga menuju wilayah Bumiayu. Akibatnya, transportasi warga saat ini lumpuh total karena jalur tertutup material tanah dan sisa bangunan yang cukup tebal.
"Jalan Cilibur menuju Beran putus total. Ini satu-satunya akses kami kalau mau ke Bumiayu," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
BPBD Brebes sebelumnya melaksanakan survei dan assessment longsor di ruas Jalan Kabupaten lintas Langkap – Cilibur.
Longsor yang terjadi mengakibatkan lalu lintas tidak bisa di lalui total karena setengah badan jalan tergerus longsor. Selain mengganggu akses masyarakat, kondisi ini juga mengancam bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang berada tepat di atas dari titik longsoran.
Cuaca EkstremHujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Brebes bagian selatan dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab utama tanah di perbukitan tersebut jenuh dan longsor.
Lokasi sekolah yang berada di area tebing membuat bangunan sangat rentan saat terjadi pergerakan tanah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari BPBD Brebes dan unsur relawan tengah menuju lokasi untuk melakukan pendataan dan upaya darurat. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam musibah ini, mengingat kejadian berlangsung pada hari libur sekolah.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekat ke titik longsor karena dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Paguyangan dan sekitarnya.
Original Article




