KBRI Kawal Penuh Investigasi dan Pencarian 3 WNI Korban Musaffah II

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bergerak cepat merespons tragedi meledaknya kapal tugboat Musaffah II di perairan rawan geopolitik Selat Hormuz pada 6 Maret lalu. Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah turun tangan langsung mengawal ketat proses investigasi lintas negara, sekaligus memfokuskan sumber daya untuk operasi pencarian tiga Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Judha Nugraha menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan informasi awal berdasarkan keterangan langsung dari seorang WNI yang menjadi saksi mata kejadian tersebut. Saksi mata ini berhasil selamat dan saat ini telah diamankan di Abu Dhabi. Menurut penuturannya, insiden bermula ketika kapal Musaffah II ditugaskan untuk menarik sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan mesin di kawasan perairan yang memisahkan UEA dan Oman tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi mata yang telah kami temui di Abu Dhabi, kapal Musaffah II tiba di lokasi pada dini hari. Saat sedang dilakukan persiapan penarikan dengan jarak sekitar 100 meter antara tugboat Musaffah II dan kapal kontainer, tiba-tiba terjadi dua kali ledakan dari arah kapal Musaffah II," ungkap Judha Nugraha.

Ledakan ganda tersebut seketika memicu kebakaran hebat yang berujung pada tenggelamnya kapal. Saksi mata WNI yang saat itu berada di atas kapal kontainer sempat terjatuh ke laut saat proses evakuasi menuju kapal nelayan penyelamat, namun kondisinya dipastikan aman tanpa luka sedikit pun. Di sisi lain, satu awak kapal Musaffah II asal Indonesia berhasil diselamatkan, namun menderita luka bakar sekitar 20 persen dan kini tengah dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
  Baca juga:
3 WNI Hilang di Selat Hormuz, Mercy Desak Serangan di Jalur Pelayaran Dihentikan
Merespons krisis ini, Judha memaparkan bahwa tim pelindungan WNI dari KBRI Muscat tengah melakukan perjalanan darat melintasi perbatasan UEA menuju Kota Khasab untuk berkoordinasi langsung dengan otoritas setempat. Wilayah Khasab sendiri merupakan sebuah eksklave Oman yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

"Tujuan utama dari tim pelindungan yang diberangkatkan adalah penanganan WNI yang terluka, mengawal proses pencarian dan penyelamatan (SAR) bagi tiga WNI yang hilang, serta mendorong penyelidikan menyeluruh terhadap insiden ini bersama otoritas setempat," papar Judha.

Mengingat lokasi kejadian berada di jalur strategis Selat Hormuz yang sangat sensitif secara geopolitik, Judha tidak menampik berbagai kemungkinan terkait penyebab ledakan. Namun, ia menekankan pentingnya menunggu proses investigasi resmi yang dipimpin oleh otoritas Oman bersama pihak UEA selaku negara bendera kapal.

"Semua kemungkinan tentu dapat terjadi dan terbuka dalam konteks penyelidikan. Namun, terkait penyebab pasti peristiwa ledakan tersebut, kita harus menunggu hasil penyelidikan resmi dari otoritas setempat," tegasnya.

Selain fokus pada pencarian dan penyelidikan, Judha Nugraha memastikan bahwa perwakilan RI terus menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan pemilik kapal. Langkah ini diambil guna menjamin aspek keselamatan para pelaut serta memastikan seluruh hak ketenagakerjaan dan asuransi dari para ABK WNI yang menjadi korban terpenuhi dengan baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran, KPK Minta Pengusaha Tak Beri Hadiah ke ASN dan Pejabat Negara
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Program Migrasi Tenaga Kerja RI Terampil Skema Low Cost ke Jepang, Fokus Caregiver dan Perawat
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
PSM Belum Aman, Bersaing Ketat untuk Menjauh dari Zona Merah Klasemen
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Studi Ungkap Perbedaan Muka Orang Kaya dan Miskin
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Datang Sendiri ke Bareskrim, Pandji Diperiksa Lagi soal Kasus Toraja
• 14 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.