Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan motivasi bagi para santri dalam kegiatan Silaturahmi dan Safari Ramadhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu.
Ia membuka motivasinya dengan bercerita mengenai latar belakang hidupnya.
“Saya lahir dari keluarga yang ekonominya tidak beruntung. Ibu saya itu hanya tukang pembantu di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Saya sejak SMP sudah jadi kondektur angkot di terminal, jualan kue,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga tidak menjamin nasib masa depan anak. Justru, kesuksesan masa depan ada di tangan anak itu sendiri. Dirinya meyakini para santri bisa juga sukses apabila memiliki tekad yang kuat.
“Jadi, bagi anak-anak saya yang anak yatim piatu, anak yatim, atau yang ekonominya tidak mampu seperti saya dulu, kalian harus semangat menaklukkan masa depan itu. Bukan yang pintar mengalahkan yang bodoh, bukan yang kaya mengalahkan yang miskin, bukan yang kuat mengalahkan yang lemah, tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” tuturnya.
Ia pun mencontohkan dirinya yang cepat, tangguh, dan berdaya juang sehingga bisa menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Terlebih, menurutnya, kesempatan itu juga dibukakan oleh Partai Golkar yang menerima semua kader dan tidak membeda-bedakan suku, agama, dan ras.
“Menurut saya, dalam sejarah peradaban politik bangsa Indonesia, partai yang bisa mengklaim dirinya sebagai partai terbuka yang syaratnya adalah ketua umumnya sudah pernah dari Sumatera sampai Papua baru hanya Partai Golkar,” ucapnya.
Ia membuka motivasinya dengan bercerita mengenai latar belakang hidupnya.
“Saya lahir dari keluarga yang ekonominya tidak beruntung. Ibu saya itu hanya tukang pembantu di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Saya sejak SMP sudah jadi kondektur angkot di terminal, jualan kue,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga tidak menjamin nasib masa depan anak. Justru, kesuksesan masa depan ada di tangan anak itu sendiri. Dirinya meyakini para santri bisa juga sukses apabila memiliki tekad yang kuat.
“Jadi, bagi anak-anak saya yang anak yatim piatu, anak yatim, atau yang ekonominya tidak mampu seperti saya dulu, kalian harus semangat menaklukkan masa depan itu. Bukan yang pintar mengalahkan yang bodoh, bukan yang kaya mengalahkan yang miskin, bukan yang kuat mengalahkan yang lemah, tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” tuturnya.
Ia pun mencontohkan dirinya yang cepat, tangguh, dan berdaya juang sehingga bisa menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Terlebih, menurutnya, kesempatan itu juga dibukakan oleh Partai Golkar yang menerima semua kader dan tidak membeda-bedakan suku, agama, dan ras.
“Menurut saya, dalam sejarah peradaban politik bangsa Indonesia, partai yang bisa mengklaim dirinya sebagai partai terbuka yang syaratnya adalah ketua umumnya sudah pernah dari Sumatera sampai Papua baru hanya Partai Golkar,” ucapnya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4737728/original/068720800_1707353674-8_februari_2024-1.jpg)



