Militer Iran baru-baru ini menyatakan bahwa jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz masih terbuka bagi negara manapun, tapi Teheran tetap menargetkan kapal dari Amerika Serikat (AS) dan Israel yang coba-coba berani melintas.
Presiden AS Donald Trump menanggapi ancaman itu bahwa kapal dari AS kecil kemungkinan untuk melintas di Selat Hormuz. Meski demikian, trump mengklaim bahwa angkatan laut Iran kini telah dihancurkan.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, tempat sekitar seperlima pasokan minyak global melewati setiap hari. Perang ini juga mengguncang pasar energi dunia.
Harga minyak mentah Brent melonjak 27 persen dalam satu pekan terakhir ini dan menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak pandemi COVID-19 pada 2020.
Lonjakan harga terjadi karena jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz praktis terganggu akibat konflik.
Sementara itu, di tengah konflik yang memasuki hari kesembilan, Iran menghadapi dinamika politik internal. Anggota Majelis Ahli Iran, Mohammad Mehdi Mirbagheri, memberi sinyal bahwa keputusan mengenai pengganti pemimpin tertinggi yang tewas, Ayatollah Ali Khamenei, sudah hampir final.
Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Fars, Mirbagheri mengatakan upaya besar telah dilakukan untuk menentukan kepemimpinan baru dan “suara yang bulat” telah tercapai.
AS dihadang Isu Pelanggaran HAMOrganisasi hak asasi manusia Human Rights Watch menyerukan penyelidikan atas serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan yang menewaskan sedikitnya 160 orang, yang paling disorot adalah banyak di antaranya anak-anak yang jadi korbannya.
"Investigasi media juga menyebut serangan itu kemungkinan dilakukan secara sengaja. Laporan lain mengindikasikan bahwa serangan tersebut mungkin dilakukan oleh militer Amerika Serikat," tulis laporan dari Al Jazeera.
Dampak ke Negara Tetangga IranSerangan drone Iran menyebabkan kerusakan pada fasilitas desalinasi air laut di Bahrain dan pemerintah setempat menyebut fasilitas seperti ini sangat vital karena sebagian besar negara Teluk bergantung pada air hasil desalinasi untuk kebutuhan warganya.
Sementara itu, ketiga negara yakni Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab juga melaporkan adanya rudal dan drone yang masuk ke wilayah mereka.
Di Kuwait, dua petugas keamanan perbatasan dilaporkan tewas saat bertugas. Serangan juga memicu kebakaran di bandara internasional.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan Iran di wilayahnya meningkat menjadi empat orang.
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi mengatakan berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh.
Blok regional Gulf Cooperation Council (GCC) menyebut serangan Iran terhadap Bahrain dan Kuwait sebagai tindakan agresi berbahaya yang mengancam stabilitas kawasan.
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, juga mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara anggota dan menyatakan tindakan itu: "tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun".





