Longsor TPST Bantar Gebang, DLH Jakarta Aktifkan Operasi Tanggap Darurat

idxchannel.com
22 jam lalu
Cover Berita

Langkah cepat dan terkoordinasi langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak.

Longsor TPST Bantar Gebang, DLH Jakarta Aktifkan Operasi Tanggap Darurat

IDXChannel - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat menyusul peristiwa longsor yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu (8/3/2026).

Langkah cepat dan terkoordinasi langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.

Baca Juga:
Pemkot Bekasi Minta DKI Bangun Dua Flyover di Kemang Pratama dan Bantargebang, Ini Alasannya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa sejak laporan kejadian diterima, DLH langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama lintas instansi.

Tim gabungan yang terlibat antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang. Asep Kuswanto memimpin langsung operasi tanggap darurat di lokasi.

Baca Juga:
Pencarian Korban Longsor Cisarua Tetap Dilanjutkan Meski Sudah Jalan Sepekan

"Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," kata Asep dalam keterangan tertulisnya.

DLH juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa ini. Berdasarkan data sementara, longsor di TPST Bantargebang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, yaitu Ibu Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Sudin LH Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25) yang berprofesi sebagai pemulung.

Selain itu, satu pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan dan telah segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, kini telah diperbolehkan pulang.

Dalam operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi.

Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin. Tim gabungan hingga kini terus bekerja di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi.

"Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP," katanya.

Untuk mendukung operasi tersebut, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta menyiagakan dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi  yang bekerja secara simultan membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.

Di saat yang sama, langkah stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.

“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” kata Asep.

Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH juga memastikan pelayanan publik pengelolaan sampah tetap berjalan. Untuk itu, satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari guna menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta.

Sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan. Saat ini kami meminta kepada jajaran Sudin LH Provinsi DKI Jakarta untuk menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sampai selesainya evakuasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan, sekaligus meminimalkan antrean truk selama proses evakuasi dan penanganan di area terdampak.

“Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” kata Asep.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milan vs Inter : Chivu Akui Timmnya Kesulitan Bongkar Pertahanan Rossoneri
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penerimaan Dana Nonteknis Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker Disinyalir Sejak 2015
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Eks Direktur Gas Pertamina di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan LNG: Kerugiannya Itu Parsial
• 12 menit laluliputan6.com
thumb
Kawasaki Ninja tanpa Plat Nomor Tabrak Honda Civic, Pengendara Luka Berat
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.