NASA menjadwalkan peluncuran misi Northrop Grumman Commercial Resupply Services 24 (CRS-24) menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Rabu, 8 April 2026.
Dalam misi ini, wahana antariksa Cygnus XL milik Northrop Grumman akan diangkut menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX melalui Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral, Florida.
Penggunaan Falcon 9 sebagai kendaraan peluncur menjadi bagian penting dalam memastikan kelangsungan pasokan logistik dan penelitian ilmiah bagi kru Ekspedisi 73 yang saat ini bertugas di orbit.
Baca juga : NASA Tunda Spacewalk di Stasiun Luar Angkasa karena Masalah Medis Astronot
Wahana Cygnus XL merupakan versi pengembangan terbaru yang memiliki kapasitas muatan lebih besar dan volume kargo bertekanan yang lebih luas dibandingkan model sebelumnya. Pada misi kali ini, Cygnus XL membawa lebih dari 11.000 pon (sekitar 5.000 kg) pasokan yang mencakup kebutuhan pokok kru, peralatan teknis, serta berbagai instrumen sains.
Setelah mencapai orbit, wahana ini akan ditangkap menggunakan lengan robotik Canadarm2 oleh astronot di ISS, kemudian dipasangkan pada modul Unity untuk proses bongkar muat kargo hingga jadwal keberangkatannya kembali pada bulan Oktober.
Selain kebutuhan logistik, misi CRS-24 membawa muatan ilmiah krusial yang mencakup berbagai disiplin ilmu. Salah satu muatan utamanya adalah modul baru untuk memajukan sains kuantum yang berpotensi meningkatkan teknologi komputasi serta membantu pencarian materi gelap (dark matter).
Baca juga : Riset Kesehatan Astronaut dan Satelit Pelajar Global Warnai Aktivitas ISS
Di bidang kesehatan, Cygnus membawa perangkat keras untuk memproduksi sel punca terapeutik dalam jumlah besar guna pengobatan penyakit darah dan kanker. Penelitian lain yang turut dikirim meliputi studi mikrobioma usus melalui organisme model serta pemasangan penerima sinyal untuk meningkatkan akurasi model cuaca luar angkasa demi melindungi infrastruktur penting seperti GPS dan radar.
Misi resuplai yang dijalankan oleh perusahaan swasta Amerika Serikat ini menegaskan komitmen NASA dalam membangun ekonomi di orbit rendah Bumi (LEO). Dengan menyerahkan urusan logistik dan transportasi ke ISS kepada mitra komersial seperti Northrop Grumman dan SpaceX, NASA dapat lebih memfokuskan sumber dayanya pada misi ruang angkasa jauh.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang melalui program Artemis menuju Bulan sebagai batu loncatan bagi misi berawak pertama ke Mars di masa depan.
Sumber: NASA





