Fadli Zon Dorong Penguatan Museum Sebagai Ruang Edukasi Publik

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Medan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Sumatra Utara dengan meninjau Gedung Juang 45 Medan dan Museum Perkebunan Indonesia di Medan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran museum sebagai ruang budaya yang inklusif, edukatif, dan terbuka bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Gedung Juang 45 Medan, Fadli Zon mengapresiasi revitalisasi yang telah dilakukan terhadap bangunan bersejarah tersebut. Gedung ini dikenal sebagai salah satu saksi perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya pada masa Pertempuran Medan Area pada 1945–1949.

Menurut Fadli, peningkatan kualitas penyajian informasi dan tata ruang pamer masih dapat terus dikembangkan agar lebih menarik, terutama bagi generasi muda. Ia menilai museum perlu menghadirkan pengalaman yang lebih modern dan interaktif.

“Ke depan kita tingkatkan lagi, terutama dari sisi pencahayaan, tata pamer, serta pemanfaatan teknologi digital agar pengalaman pengunjung semakin imersif,” ujarnya, dikutip Senin, 9 Maret 2026.

Selain itu, Menbud juga menyoroti pentingnya koleksi numismatik yang dipamerkan di museum. Koleksi seperti uang dan prangko dinilai memiliki nilai historis tinggi karena menjadi penanda perjalanan sebuah bangsa, terutama pada masa awal kemerdekaan.

Menurutnya, koleksi tersebut tidak hanya mencerminkan dinamika ekonomi masa lalu, tetapi juga menggambarkan interaksi budaya yang melibatkan berbagai komunitas, termasuk para pekerja perkebunan yang didatangkan dari Pulau Jawa pada masa kolonial.

Setelah dari Gedung Juang 45, Fadli Zon melanjutkan kunjungan ke Museum Perkebunan Indonesia. Ia mengapresiasi museum tersebut yang menyajikan narasi sejarah mengenai kekayaan komoditas perkebunan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra bagian utara.

Museum ini menampilkan berbagai informasi mengenai perkembangan sektor perkebunan, termasuk jenis tanaman serta produk perkebunan yang pernah menjadi komoditas unggulan Indonesia.

Fadli menilai sejarah perkebunan di Nusantara juga menunjukkan bagaimana kekayaan alam Indonesia pernah menjadi sumber kemakmuran negara penjajah pada masa kolonial. Karena itu, museum dinilai penting sebagai ruang refleksi sekaligus sarana pembelajaran bagi masyarakat.

"Di sini kita bisa melihat bagaimana sejarah perkebunan tumbuh sejak masa liberalisasi ekonomi pada tahun 1870. Berbagai komoditas seperti tebu, tembakau, dan tanaman perkebunan lainnya menjadi produk unggulan yang diekspor ke berbagai wilayah dunia, 
terutama ke Eropa,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus memperkuat peran museum sebagai ruang kebudayaan yang hidup dan relevan bagi masyarakat.

Melalui penguatan tata pamer, pemanfaatan teknologi digital, serta pengayaan narasi sejarah, pemerintah mendorong museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga ruang publik yang aktif membangun kesadaran sejarah dan kebudayaan bangsa.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lippo Hibahkan 30 Ha Lahan di Meikarta senilai Rp4,5 triliun untuk Program 3 Juta Rumah
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Puasa adalah Tameng Bagi Umat Islam
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Titip Pesan ke DPR: Orang Kecil Berperkara, Harus Dapat Keadilan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Habiburokhman Sebut Komisi III Dukung Status Tersangka Nabila O-Brien Dicabut: Hentikan Perkaranya
• 17 menit lalukompas.tv
thumb
KPK Yakin Hakim Tolak Praperadilan Yaqut di Kasus Kuota Haji, Putusan Digelar Besok
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.