Baru-baru ini, menurut keterangan militer Israel, dalam operasi yang berhasil menewaskan pemimpin Iran Ali Khamenei, militer Israel menggunakan rudal berpemandu presisi tinggi bernama “Blue Sparrow” (Burung Pipit Biru). Metode serangan rudal ini sangat mengejutkan sehingga sistem pertahanan udara Iran tidak mampu mencegatnya.
Ironisnya, banyak perangkat pemantauan lalu lintas di Teheran berasal dari perusahaan Tiongkok. Namun perangkat tersebut ternyata memiliki “backdoor” atau celah keamanan, yang justru menjadi titik masuk bagi badan intelijen Israel, sehingga operasi “pemenggalan kepemimpinan” ini hampir seperti masuk tanpa perlawanan.
EtIndonesia. Pada Sabtu lalu (28 Februari) pukul 09.45 waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran. Dalam waktu sangat singkat, mereka melakukan sekitar 900 serangan presisi terhadap berbagai target militer di Iran.
Serangan tersebut menghantam sejumlah infrastruktur militer penting, termasuk:
- basis Korps Garda Revolusi Iran
- pelabuhan
- fasilitas nuklir
Serangan itu juga berhasil menewaskan pemimpin Iran Khamenei.
Berbagai sumber menyebutkan bahwa saat itu Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi sedang mengadakan rapat di sebuah kediaman rahasia di Teheran. Pesawat tempur Israel berhasil menembus sistem pertahanan udara Iran, dan beberapa rudal menghantam tepat ke kediaman tersebut, menghancurkan seluruh bangunan. Khamenei dan lebih dari 40 pejabat tinggi dilaporkan tewas di tempat.
Bagaimana Pertahanan Udara Iran Bisa Ditembus?Pertanyaan muncul: bagaimana Amerika dan Israel bisa menembus jaringan pertahanan udara Iran yang telah dibangun selama bertahun-tahun?
Militer Israel mengungkap bahwa mereka menggunakan rudal presisi “Blue Sparrow”.
Beberapa jam sebelum serangan:
- sebagian pejabat militer Israel pura-pura meninggalkan kementerian pertahanan
- militer bahkan merilis foto dan informasi ke publik
- seolah-olah mereka sedang berlibur dan bersiap pulang untuk makan malam Sabat
Langkah ini menciptakan ilusi bahwa militer Israel sedang beristirahat.
Saat para pemimpin Iran mulai lengah, Israel diam-diam meluncurkan rudal Blue Sparrow untuk melakukan serangan pemenggalan kepemimpinan.
Rudal ini memiliki pola terbang yang sangat unik:
- Meluncur naik hingga mendekati ketinggian orbit rendah dekat ruang angkasa
- Kemudian masuk kembali ke atmosfer dengan kecepatan tinggi
- Menukik tajam ke target
Metode ini membuat rudal sangat sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Menurut informasi, rudal tersebut bahkan bisa menghantam target sebesar meja makan dari jarak 1.000 km, menunjukkan tingkat presisi yang luar biasa.
Serangan Siber Melumpuhkan IranPada saat yang sama, pasukan khusus Israel juga melancarkan serangan siber terhadap Iran.
Akibatnya sistem pertahanan udara Iran sudah lumpuh sebelum serangan udara dimulai
Operasi semacam ini dinilai sepenuhnya berada dalam kemampuan badan intelijen Israel dan CIA Amerika Serikat.
Selain itu, badan intelijen Israel dilaporkan telah menyusup ke banyak sistem kamera pemantauan lalu lintas di Teheran, sehingga dapat memantau kondisi kota secara real-time.
Sebelum serangan udara dimulai, mereka juga:
- memancarkan sinyal frekuensi tinggi
- hampir sepenuhnya memblokir sinyal telepon seluler di sekitar lokasi persembunyian Khamenei
Akibatnya, Khamenei dan para pengawalnya tidak menerima peringatan apa pun.
Kamera Buatan Perusahaan Tiongkok Memiliki Celah KeamananHal yang juga menarik perhatian adalah bahwa banyak kamera pengawas di Teheran berasal dari perusahaan Tiongkok:
- Hikvision
- Dahua Technology
Produk dari kedua perusahaan tersebut disebut memiliki backdoor dan celah keamanan, sehingga teknisi intelijen Israel berhasil menyusup ke sistem tersebut.
Pengamat pun menyindir bahwa banyak sistem keamanan Iran menggunakan teknologi dan peralatan dari Tiongkok, namun pada akhirnya justru menjadi celah bagi infiltrasi intelijen dan serangan presisi.
Laporan gabungan oleh reporter Chen Yue, New Tang Dynasty Television





