Festival Jejak Jajanan Nusantara yang digelar di Gelora Bung Karno berhasil membukukan total transaksi sekitar Rp300 juta meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan penyelenggaraan yang sama tahun sebelumnya.
Angka itu menjadi dasar bagi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar untuk mendorong pengembangan model Pasar 1.001 Malam sebagai strategi perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM secara nasional.
Muhaimin menutup festival yang melibatkan 64 pelaku usaha itu pada Ahad, dengan menekankan pentingnya ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, pemilik modal, dan industri besar dalam satu platform yang saling menopang.
"Ini semua dibutuhkan apalagi di tengah ekonomi global yang tidak menentu, kita harus berdiri di atas kaki sendiri," katanya dikutip dari ANTARA.
Festival Jejak Jajanan Nusantara sendiri diposisikan sebagai proyek percontohan untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Muhaimin secara khusus mengapresiasi para perempuan pelaku UMKM yang terlibat, menyebut mereka sebagai penopang ekonomi keluarga yang selama ini kurang mendapat ruang pasar yang memadai.
Untuk memperluas jangkauan model ini, Muhaimin mendorong pemerintah pusat dan daerah menyediakan fasilitas yang memadai di lokasi-lokasi strategis bagi pelaku usaha rakyat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola kawasan GBK serta pemerintah daerah yang telah membuka ruang bagi UMKM untuk berpromosi dan berkembang.
Baca Juga: AKSI KLIK dan AKU BISA SEJAHTERA Perkuat Inklusi Keuangan dan Dorong UMKM
Sebagai langkah konkret berikutnya, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat akan menggelar Pasar 1.001 Malam perdana di Masjid Baiturrahman, Aceh, pada 11–13 Maret 2026.
Model ini diharapkan dapat terus direplikasi di berbagai daerah sehingga UMKM semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional.





