Penulis: Paino
TVRINews, Lingga
BUMDes Tanjung Harapan di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, berhasil mengembangkan program ketahanan pangan desa melalui budidaya sayuran hidroponik.
Program ini menghasilkan panen perdana sebanyak seribu batang sawi pakcoy yang dinilai cukup memuaskan. Panen perdana tersebut dilaksanakan pada Minggu 8 Maret 2026 di Desa Tanjung Harapan.
Kegiatan panen bersama itu dihadiri oleh kepala desa serta perwakilan unsur pemerintahan setempat sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan desa.
Dalam satu rumah produksi hidroponik, terdapat sekitar 1.500 lubang tanam yang ditanami sawi pakcoy. Dari jumlah tersebut, BUMDes mampu menghasilkan ratusan ikat sayuran setiap kali masa panen.
Hasil panen kemudian dipasarkan kepada warga desa, pedagang di Pasar Dabo Singkep, serta sejumlah penampung sayuran lainnya.
Kepala BUMDes Tanjung Harapan, Noviansyah, mengatakan metode hidroponik dipilih karena menyesuaikan dengan kondisi wilayah desa yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.
"Metode hidroponik kami pilih karena kondisi wilayah desa yang lahannya terbatas dan jumlah petani juga tidak banyak, sehingga sistem ini lebih efektif untuk dikembangkan," ujarnya, dikutip Senin, 9 Maret 2026.
Program pengembangan hidroponik tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah desa melalui alokasi anggaran dari APBDes.
Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah, menyebutkan pemerintah desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp158 juta untuk mendukung pengembangan program ketahanan pangan tersebut.
"Pemerintah desa memberikan dukungan melalui alokasi anggaran sebesar Rp158 juta untuk pengembangan program ketahanan pangan ini," kata Irwansyah.
Selain mengembangkan sayuran hidroponik, BUMDes Tanjung Harapan juga mengelola usaha di bidang peternakan serta produksi pupuk. Ke depan, BUMDes menargetkan dapat memenuhi kebutuhan pasokan SPPG, mulai dari ayam, telur hingga sayuran.
Editor: Redaktur TVRINews





