Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi dunia saat ini tengah diliputi ketegangan akibat persaingan dan konflik antara negara-negara besar. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menyeret negara lain ke dalam kesulitan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peresmian 218 jembatan secara virtual, Senin (9/3).
"Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya pihak-pihak kekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah," kata Prabowo.
Apresiasi untuk TNIDalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia, termasuk Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, hingga para komandan wilayah dan Babinsa.
Ia menilai para prajurit telah menunjukkan pengorbanan besar demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
"Sampaikan terima kasih saya sebagai Presidenmu sebagai Panglima tertinggimu terima kasih saya rasa bangga saya rasa hormat saya bahwa saya memimpin tentara yang demikian cintanya semangat berani berkorban segalanya untuk kepentingan bangsa dan rakyat yang kita cintai," kata Prabowo.
Indonesia Diyakini Tetap KuatMeski mengingatkan adanya potensi krisis global, Prabowo menyatakan optimistis Indonesia dapat menghadapi tantangan tersebut.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan nasional.
"Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka setiap hari kita ketemukan terus kekayaan-kekayaan baru kita akan mengalami kesulitan saya tidak akan menutupi itu perkiraan saya kita akan keluar dalam keadaan krisis ini yang lebih kuat makmur lebih mampu berdikari," kata Prabowo.
Target Swasembada Pangan dan EnergiPrabowo juga menyebut Indonesia saat ini telah mencapai swasembada beras dan menargetkan kemandirian pangan serta energi ke depan.
"Kita sangat bersyukur atas karunia yang maha kuasa yang bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan dalam keadaan harga BBM kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai kita sudah sampai swasembada beras tapi kita sebentar lagi mencapai kebutuhan protein kita," kata Prabowo.
Ia menambahkan, Indonesia juga berupaya memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, termasuk melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
"Banyak akan mengalami kesulitan minimal kita aman masalah pangan. Bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan impor LN bahkan dari tanaman kita kelapa sawit singkong jagung tebu," tutur dia.



