Jepara (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, pentingnya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani tepat waktu guna mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
"Ketepatan distribusi pupuk akan berdampak langsung terhadap produktivitas hasil pertanian. Kalau pupuk datang tepat waktu, produksi bisa naik sekitar 8 persen," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara, Senin.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Zulkifli Hasan meninjau sejumlah lokasi strategis, di antaranya Desa Kaliombo, RuSus Kedung, Pantai Bulakbaru, Balai Desa Petekeyan, Kantor Kecamatan Jepara, Pendopo Kartini, serta Masjid Agung Jepara.
Saat di Kaliombo, Zulkifli Hasan yang didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo berdialog santai dengan warga. Termasuk menanyakan harga gabah di tingkat petani yang disebutkan sekitar Rp7.000 per kilogram.
Baca juga: Mentan: Tak ada petani "berteriak" usai pupuk subsidi turun 20 persen
Zulhas mengatakan, harga tersebut lebih baik dibanding sebelumnya karena awalnya berkisar Rp6.000/kg, kini naik menjadi Rp7.000/kg.
Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga sempat menanyakan langsung kepada para petani mengenai kondisi pupuk di lapangan. Warga menyampaikan bahwa harga pupuk saat ini sudah lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Ia menjelaskan, kunjungan kerja yang dilakukan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan berbagai program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik di daerah.
Zulkifli Hasan menyampaikan, saat ini pemerintah tengah fokus pada sejumlah program prioritas di sektor pangan. Program tersebut di antaranya penyediaan pupuk bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani, pengembangan kampung nelayan, serta memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup dengan harga terjangkau menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan 670.274 ton pupuk subsidi di Sulsel pada 2025
"Kami diperintahkan Presiden untuk memastikan program di bidang pangan benar-benar berjalan dengan baik. Pupuk harus tersedia dengan harga lebih terjangkau, kampung nelayan terus dikembangkan, dan ketersediaan pangan selama bulan puasa hingga Lebaran harus cukup dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada masyarakat. Bantuan tersebut dibagikan pada bulan ini dan akan kembali disalurkan pada bulan berikutnya.
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik dengan memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tiket kereta api dan kapal Pelni.
Pemerintah juga menggencarkan kegiatan bazar pasar murah bersubsidi sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca juga: Zulhas lapor Prabowo hasil keliling cek ketersediaan dan harga pangan
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut baik kunjungan kerja Menko Bidang Pangan tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pangan dan infrastruktur di Jepara akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Jepara sangat mengapresiasi kunjungan Menko Bidang Pangan. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus dukungan bagi daerah untuk terus memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
"Ketepatan distribusi pupuk akan berdampak langsung terhadap produktivitas hasil pertanian. Kalau pupuk datang tepat waktu, produksi bisa naik sekitar 8 persen," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara, Senin.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Zulkifli Hasan meninjau sejumlah lokasi strategis, di antaranya Desa Kaliombo, RuSus Kedung, Pantai Bulakbaru, Balai Desa Petekeyan, Kantor Kecamatan Jepara, Pendopo Kartini, serta Masjid Agung Jepara.
Saat di Kaliombo, Zulkifli Hasan yang didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo berdialog santai dengan warga. Termasuk menanyakan harga gabah di tingkat petani yang disebutkan sekitar Rp7.000 per kilogram.
Baca juga: Mentan: Tak ada petani "berteriak" usai pupuk subsidi turun 20 persen
Zulhas mengatakan, harga tersebut lebih baik dibanding sebelumnya karena awalnya berkisar Rp6.000/kg, kini naik menjadi Rp7.000/kg.
Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga sempat menanyakan langsung kepada para petani mengenai kondisi pupuk di lapangan. Warga menyampaikan bahwa harga pupuk saat ini sudah lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Ia menjelaskan, kunjungan kerja yang dilakukan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan berbagai program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik di daerah.
Zulkifli Hasan menyampaikan, saat ini pemerintah tengah fokus pada sejumlah program prioritas di sektor pangan. Program tersebut di antaranya penyediaan pupuk bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani, pengembangan kampung nelayan, serta memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup dengan harga terjangkau menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan 670.274 ton pupuk subsidi di Sulsel pada 2025
"Kami diperintahkan Presiden untuk memastikan program di bidang pangan benar-benar berjalan dengan baik. Pupuk harus tersedia dengan harga lebih terjangkau, kampung nelayan terus dikembangkan, dan ketersediaan pangan selama bulan puasa hingga Lebaran harus cukup dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada masyarakat. Bantuan tersebut dibagikan pada bulan ini dan akan kembali disalurkan pada bulan berikutnya.
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik dengan memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tiket kereta api dan kapal Pelni.
Pemerintah juga menggencarkan kegiatan bazar pasar murah bersubsidi sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca juga: Zulhas lapor Prabowo hasil keliling cek ketersediaan dan harga pangan
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut baik kunjungan kerja Menko Bidang Pangan tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pangan dan infrastruktur di Jepara akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Jepara sangat mengapresiasi kunjungan Menko Bidang Pangan. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus dukungan bagi daerah untuk terus memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.





